Saat itu adalah hari Senin. Sekitar pukul 3 sore, Mas Minh mengirimi saya:
“Belakangan ini saya sudah tidak ingin membuka akun lagi.”
Saya mengira dia sedang mengalami kerugian. Tapi dia berkata:
“Justru sebaliknya. Beberapa bulan ini saya bisa menghasilkan cukup banyak.”
Saldo akunnya naik dari 300.000 USD menjadi hampir 600.000 USD. Seharusnya dia senang, tetapi malah makin takut untuk melihat angka itu.
Setiap pagi setelah bangun tidur, hal pertama yang dia lakukan adalah memeriksa akun. Kalau naik, dia merasa senang sepanjang hari; kalau turun, suasana hatinya langsung jatuh. Pernah suatu kali, hanya dalam sehari dia kehilangan 40.000 USD. Sampai tengah malam, dia masih duduk di depan komputer, terus menekan F5 untuk mengecek saldo.
Dia mengatakan kepada saya:
“Baru saat itulah saya sadar, bukan saya yang sedang melakukan trading, melainkan angka di dalam akunlah yang mengendalikan emosi saya.”
Keesokan harinya, dia menarik sebagian keuntungan ke luar, sementara sisanya tetap dipakai untuk trading sesuai rencana.
Beberapa bulan kemudian, dia berkata:
“Dulu kalau saya menghasilkan 10.000 USD, saya merasa bersemangat. Sekarang kalau saya menghasilkan 10.000 USD, yang saya pikirkan hanya: rencana ini berjalan sesuai arah.”
Itu adalah perubahan yang sangat besar.
Ketika masih dikuasai uang, akun yang naik terasa senang, akun yang turun terasa takut. Namun saat Anda makin dewasa dalam trading, Anda akan mengerti: uang seharusnya melayani kehidupan, bukan mengendalikan kehidupan.
Tujuan akhirnya bukanlah melihat saldo yang semakin besar, melainkan pada suatu hari nanti, angka-angka itu tidak lagi menentukan suasana hati Anda.