I. Mari kita lihat kembali catatan lama
Pada malam 29 September, saya menyebutkan dua level: pantulan pertama-tama mengarah ke 85.000, sedangkan garis leher double top berada di 85.200. Saya juga mengingatkan soal penembusan palsu dan momentum yang melemah. Pagi 30 September, saya memeriksa kembali order book: ada tumpukan order jual besar di kisaran 84.300–85.300, sementara permintaan beli yang sesungguhnya menumpuk di 82.000. Tadi malam, setelah data PCE dirilis, BTC naik dari 84.300 ke 85.200, sempat menyentuh 85.300 seratus poin lebih tinggi, lalu dihantam turun oleh satu candle dengan sumbu atas panjang. Dua analisis itu terbukti tepat oleh pergerakan pasar. Jadi, setelah melihat banyaknya jual spot di order book, saya membuka posisi short dengan ukuran kecil. Setelah harga turun dan tren terkonfirmasi, saya mencari titik tertinggi pantulan alami, lalu menambah posisi lagi di 84.700. Sebagian sudah saya ambil untung; sisanya saya biarkan berjalan.
II. Mengapa kabar baik tak lagi berdampak
Dua suntikan berita: satu kabar geopolitik positif pada 29 September, satu lagi data PCE tadi malam. Satu demi satu, dampaknya makin pendek. Tumpukan order jual di 85.300 juga kembali membersihkan sejumlah pembeli yang mengejar harga tinggi. Saat ini, kabar baik hanya mampu menghasilkan sumbu atas pada candle BTC, bukan aliran uang sungguhan.
III. Pantau ketat dua level
82.800 adalah ujian jangka pendek: jika harga bertahan mendatar, tekanan jual terserap lewat konsolidasi; jika terus diuji hingga permintaan beli terkikis, level itu akan tertembus. Kalau benar-benar jebol, tembok order beli senilai 9,3 juta dolar di 82.000 yang sudah dipasang selama 8 hari itulah kartu truf sesungguhnya bagi pihak bullish. Data tenaga kerja nonpertanian hari Jumat adalah variabel terakhir.
IV. Berikutnya, tiga hal yang akan dibahas
Kapan masuk posisi short, kapan masuk setelah 82.800 ditembus, dan apa yang harus dilakukan jika level itu tak kunjung jebol—semuanya akan dianalisis dalam video hari ini. $BTC