🚨 Peretasan Kripto Besar Mengguncang Industri pada 2026

2026 ditandai oleh beberapa insiden keamanan besar di seluruh industri kripto. Miliaran dolar aset digital terdampak oleh eksploitasi dan peretasan, menegaskan pentingnya keamanan pada protokol DeFi maupun bursa terpusat.

Salah satu insiden terbesar melibatkan KelpDAO, yang kehilangan sekitar $292 juta pada April. Penyerang mengeksploitasi kerentanan pada jembatan (bridge) yang ditenagai LayerZero dan menguras sekitar 116.500 rsETH, yang mewakili kira-kira 18% dari pasokan beredar token tersebut.

Drift Protocol juga menjadi sasaran serangan besar, dengan sekitar $285 juta terkuras dari brankas (vault) miliknya. Blockaid menyebutnya sebagai serangan lapisan tata kelola (governance-layer) yang canggih, yang mengeksploitasi kelemahan dalam keamanan operasional protokol.

Pada bulan September, Liquid Network mengalami eksploitasi yang melibatkan sekitar $320 juta senilai Bitcoin. Penyerang mengeksploitasi kerentanan pada sistem validasi transaksi untuk menarik BTC dari cadangan jaringan. Sekitar 85% dari Bitcoin yang ditarik kemudian dikembalikan.

Yang terbaru, Bitget mengalami insiden keamanan besar pada 24 September. Bursa tersebut awalnya memperkirakan kerugian sekitar $351,6 juta, dengan analisis lanjutan yang menempatkan angka tersebut kira-kira $387,5 juta. Bitget menyatakan bahwa cold wallet (dompet dingin) miliknya tetap aman dan bahwa kerugian akan ditanggung oleh Dana Perlindungan Pengguna. Investigasi masih berlangsung.

Insiden-insiden ini menjadi pengingat bahwa keamanan kripto tetap menjadi salah satu isu paling penting di industri.

Menurut Anda, apa risiko keamanan terbesar dalam kripto saat ini—jembatan DeFi, smart contract, sistem tata kelola, atau bursa terpusat?

#Crypto #Bitcoin #BTC #Ethereum #ETH #DeFi #CryptoSecurity