Baru saja $BTC tiba-tiba melonjak, dan itu jelas bukan terjadi tanpa sebab. Utamanya karena data inflasi yang baru saja dirilis ternyata jauh lebih rendah dari perkiraan!

Setelah data diumumkan, probabilitas The Fed untuk menaikkan suku bunga pada bulan Oktober menurun secara signifikan, imbal hasil obligasi AS turun, dan futures saham AS menguat.

Secara teknis, setelah BTC berhenti jatuh, titik terendah terus meningkat. Dalam timeframe 4 jam, volume melonjak menembus garis tren penurunan, dan harga kembali berada di atas moving average jangka pendek. Struktur kenaikannya lebih sehat dibanding sekadar mengandalkan technical short-covering.

Dari sisi arus dana juga mendukung: spot ETF sudah mengalami net inflow selama sembilan hari perdagangan berturut-turut. Pada saat yang sama, bursa mencatat net outflow BTC. Akibatnya, spot yang tersedia untuk dijual dalam waktu dekat berkurang.

Namun, level 85.000 dolar sendiri merupakan zona yang sangat padat likuiditas.

Jika mampu bertahan di atas 85.000 dolar, pertama kita lihat di kisaran 86.500–87.400 dolar. Jika volume menembus di atas 87.400 dolar, barulah ada peluang untuk menguji 89.000–90.000 dolar.

Jika harga kembali turun ke bawah 84.000 dolar, tetap diperlakukan sebagai rebound dalam rentang tersebut. Tetapi jika tembus di bawah 83.000 dolar, kali ini kenaikan yang menembus dianggap gagal.

Ke depannya kemungkinan besar masih ada satu dorongan lagi—bahkan bisa lebih dari satu. Tapi satu dorongan tidak berarti sudah berbalik arah. Konfirmasi yang benar adalah apakah BTC bisa mengubah 85.000 dolar dari tekanan menjadi penopang (support).