Suara Hawk The Fed Kembali Menggema! Imbal Hasil Obligasi AS Melonjak, Ke Mana Arah Saham AS Selanjutnya?
Saham AS pada Rabu ditutup dengan pergerakan yang beragam. Meski data PCE yang melambat sempat mendorong indeks untuk naik, tekanan kembali muncul ketika para pejabat Federal Reserve secara kolektif melepaskan sinyal yang “hawkish”. Imbal hasil obligasi pemerintah AS dan indeks dolar sama-sama menguat, sehingga saham AS kembali tertekan.
🚨 The Fed Kompak Beri Sinyal Hawk: Kenaikan Suku Bunga Belum Berakhir? Kaschkari (Ketua The Fed Minneapolis): Inflasi masih sekitar 3%, jauh di atas target 2%. Suku bunga netral kemungkinan lebih tinggi dari perkiraan. Diperkirakan akan ada satu kali lagi kenaikan suku bunga pada tahun ini, dan satu kali lagi pada tahun 2027. Ia juga mengingatkan perlunya mewaspadai risiko gangguan pasokan jangka panjang akibat situasi Iran.
Lisa Cook (Anggota Dewan The Fed): Inflasi yang berada di atas target telah berlangsung lebih dari lima setengah tahun. Ini mendukung kenaikan suku bunga 25 basis poin pada bulan September, serta menekankan tekanan pada keluarga akibat biaya energi dan perumahan yang lebih tinggi di wilayah pedesaan.
Goolsbee (Ketua The Fed Chicago): Ia terus terang menyebut mempertahankan inflasi tinggi dalam waktu lama adalah “bermain api”. Defisit fiskal yang besar serta ekspektasi pasar terhadap peningkatan produktivitas yang didorong AI juga dapat memicu ekonomi menjadi terlalu panas.
📈 Respons Pasar: Imbal Hasil Obligasi AS Tembus Rekor Baru, Dolar Menguat
Imbal hasil obligasi AS melonjak: Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun menembus 5,3% di intraday, sementara tenor 30 tahun naik hingga sekitar 5,64%. Keduanya berada pada level tertinggi secara historis sejak tahun 2002.
Saham AS bergerak fluktuatif dan terbelah: Dow Jones turun lebih dari 440 poin dalam sehari, sedangkan S&P 500 ditutup melemah. Hanya indeks Nasdaq yang mampu ditutup naik karena dukungan saham-saham teknologi.
Indeks dolar kokoh: Sepanjang bulan September, dolar menguat hampir 2% dan mencatat performa bulanan terbaik dalam enam bulan terakhir. Saat ini pasar pada dasarnya sudah sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga pada bulan Desember. Diperkirakan pengetatan kumulatif dalam 12 bulan ke depan sekitar 90 basis poin.
💡 Pengamatan dan Pemikiran Utama
1. Tekanan penularan biaya pinjaman: Imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 dan 30 tahun sebagai acuan penetapan harga yang terus melonjak secara keseluruhan meningkatkan biaya hipotek dan pembiayaan perusahaan. Ini memberi tekanan nyata pada ekonomi riil dan penilaian (valuasi) saham AS.
2. “Term premium” kembali: Data GDP yang kuat dan ekspansi defisit fiskal mendorong investor menuntut imbal hasil yang lebih tinggi untuk obligasi pemerintah jangka panjang. Dengan demikian, sebagian dana dialihkan dari pasar kripto dan saham ke aset obligasi AS berimbal hasil tinggi sebagai tempat berlindung. #美联储会议 #币安广场
Suara Hawk The Fed Kembali Menggema! Imbal Hasil Obligasi AS Melonjak, Ke Mana Arah Saham AS Selanjutnya?
Saham AS pada Rabu ditutup dengan pergerakan yang beragam. Meski data PCE yang melambat sempat mendorong indeks untuk naik, tekanan kembali muncul ketika para pejabat Federal Reserve secara kolektif melepaskan sinyal yang “hawkish”. Imbal hasil obligasi pemerintah AS dan indeks dolar sama-sama menguat, sehingga saham AS kembali tertekan.
🚨 The Fed Kompak Beri Sinyal Hawk: Kenaikan Suku Bunga Belum Berakhir? Kaschkari (Ketua The Fed Minneapolis): Inflasi masih sekitar 3%, jauh di atas target 2%. Suku bunga netral kemungkinan lebih tinggi dari perkiraan. Diperkirakan akan ada satu kali lagi kenaikan suku bunga pada tahun ini, dan satu kali lagi pada tahun 2027. Ia juga mengingatkan perlunya mewaspadai risiko gangguan pasokan jangka panjang akibat situasi Iran.
Lisa Cook (Anggota Dewan The Fed): Inflasi yang berada di atas target telah berlangsung lebih dari lima setengah tahun. Ini mendukung kenaikan suku bunga 25 basis poin pada bulan September, serta menekankan tekanan pada keluarga akibat biaya energi dan perumahan yang lebih tinggi di wilayah pedesaan.
Goolsbee (Ketua The Fed Chicago): Ia terus terang menyebut mempertahankan inflasi tinggi dalam waktu lama adalah “bermain api”. Defisit fiskal yang besar serta ekspektasi pasar terhadap peningkatan produktivitas yang didorong AI juga dapat memicu ekonomi menjadi terlalu panas.
📈 Respons Pasar: Imbal Hasil Obligasi AS Tembus Rekor Baru, Dolar Menguat
Imbal hasil obligasi AS melonjak: Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun menembus 5,3% di intraday, sementara tenor 30 tahun naik hingga sekitar 5,64%. Keduanya berada pada level tertinggi secara historis sejak tahun 2002.
Saham AS bergerak fluktuatif dan terbelah: Dow Jones turun lebih dari 440 poin dalam sehari, sedangkan S&P 500 ditutup melemah. Hanya indeks Nasdaq yang mampu ditutup naik karena dukungan saham-saham teknologi.
Indeks dolar kokoh: Sepanjang bulan September, dolar menguat hampir 2% dan mencatat performa bulanan terbaik dalam enam bulan terakhir. Saat ini pasar pada dasarnya sudah sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga pada bulan Desember. Diperkirakan pengetatan kumulatif dalam 12 bulan ke depan sekitar 90 basis poin.
💡 Pengamatan dan Pemikiran Utama
1. Tekanan penularan biaya pinjaman: Imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 dan 30 tahun sebagai acuan penetapan harga yang terus melonjak secara keseluruhan meningkatkan biaya hipotek dan pembiayaan perusahaan. Ini memberi tekanan nyata pada ekonomi riil dan penilaian (valuasi) saham AS.
2. “Term premium” kembali: Data GDP yang kuat dan ekspansi defisit fiskal mendorong investor menuntut imbal hasil yang lebih tinggi untuk obligasi pemerintah jangka panjang. Dengan demikian, sebagian dana dialihkan dari pasar kripto dan saham ke aset obligasi AS berimbal hasil tinggi sebagai tempat berlindung. #美联储会议 #币安广场
Suara Hawk The Fed Kembali Menggema! Imbal Hasil Obligasi AS Melonjak, Ke Mana Arah Saham AS Selanjutnya?
Saham AS pada Rabu ditutup dengan pergerakan yang beragam. Meski data PCE yang melambat sempat mendorong indeks untuk naik, tekanan kembali muncul ketika para pejabat Federal Reserve secara kolektif melepaskan sinyal yang “hawkish”. Imbal hasil obligasi pemerintah AS dan indeks dolar sama-sama menguat, sehingga saham AS kembali tertekan.
🚨 The Fed Kompak Beri Sinyal Hawk: Kenaikan Suku Bunga Belum Berakhir? Kaschkari (Ketua The Fed Minneapolis): Inflasi masih sekitar 3%, jauh di atas target 2%. Suku bunga netral kemungkinan lebih tinggi dari perkiraan. Diperkirakan akan ada satu kali lagi kenaikan suku bunga pada tahun ini, dan satu kali lagi pada tahun 2027. Ia juga mengingatkan perlunya mewaspadai risiko gangguan pasokan jangka panjang akibat situasi Iran.
Lisa Cook (Anggota Dewan The Fed): Inflasi yang berada di atas target telah berlangsung lebih dari lima setengah tahun. Ini mendukung kenaikan suku bunga 25 basis poin pada bulan September, serta menekankan tekanan pada keluarga akibat biaya energi dan perumahan yang lebih tinggi di wilayah pedesaan.
Goolsbee (Ketua The Fed Chicago): Ia terus terang menyebut mempertahankan inflasi tinggi dalam waktu lama adalah “bermain api”. Defisit fiskal yang besar serta ekspektasi pasar terhadap peningkatan produktivitas yang didorong AI juga dapat memicu ekonomi menjadi terlalu panas.
📈 Respons Pasar: Imbal Hasil Obligasi AS Tembus Rekor Baru, Dolar Menguat
Imbal hasil obligasi AS melonjak: Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun menembus 5,3% di intraday, sementara tenor 30 tahun naik hingga sekitar 5,64%. Keduanya berada pada level tertinggi secara historis sejak tahun 2002.
Saham AS bergerak fluktuatif dan terbelah: Dow Jones turun lebih dari 440 poin dalam sehari, sedangkan S&P 500 ditutup melemah. Hanya indeks Nasdaq yang mampu ditutup naik karena dukungan saham-saham teknologi.
Indeks dolar kokoh: Sepanjang bulan September, dolar menguat hampir 2% dan mencatat performa bulanan terbaik dalam enam bulan terakhir. Saat ini pasar pada dasarnya sudah sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga pada bulan Desember. Diperkirakan pengetatan kumulatif dalam 12 bulan ke depan sekitar 90 basis poin.
💡 Pengamatan dan Pemikiran Utama
1. Tekanan penularan biaya pinjaman: Imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 dan 30 tahun sebagai acuan penetapan harga yang terus melonjak secara keseluruhan meningkatkan biaya hipotek dan pembiayaan perusahaan. Ini memberi tekanan nyata pada ekonomi riil dan penilaian (valuasi) saham AS.
2. “Term premium” kembali: Data GDP yang kuat dan ekspansi defisit fiskal mendorong investor menuntut imbal hasil yang lebih tinggi untuk obligasi pemerintah jangka panjang. Dengan demikian, sebagian dana dialihkan dari pasar kripto dan saham ke aset obligasi AS berimbal hasil tinggi sebagai tempat berlindung. #美联储会议 #币安广场
Suara Hawk The Fed Kembali Menggema! Imbal Hasil Obligasi AS Melonjak, Ke Mana Arah Saham AS Selanjutnya?
Saham AS pada Rabu ditutup dengan pergerakan yang beragam. Meski data PCE yang melambat sempat mendorong indeks untuk naik, tekanan kembali muncul ketika para pejabat Federal Reserve secara kolektif melepaskan sinyal yang “hawkish”. Imbal hasil obligasi pemerintah AS dan indeks dolar sama-sama menguat, sehingga saham AS kembali tertekan.
🚨 The Fed Kompak Beri Sinyal Hawk: Kenaikan Suku Bunga Belum Berakhir? Kaschkari (Ketua The Fed Minneapolis): Inflasi masih sekitar 3%, jauh di atas target 2%. Suku bunga netral kemungkinan lebih tinggi dari perkiraan. Diperkirakan akan ada satu kali lagi kenaikan suku bunga pada tahun ini, dan satu kali lagi pada tahun 2027. Ia juga mengingatkan perlunya mewaspadai risiko gangguan pasokan jangka panjang akibat situasi Iran.
Lisa Cook (Anggota Dewan The Fed): Inflasi yang berada di atas target telah berlangsung lebih dari lima setengah tahun. Ini mendukung kenaikan suku bunga 25 basis poin pada bulan September, serta menekankan tekanan pada keluarga akibat biaya energi dan perumahan yang lebih tinggi di wilayah pedesaan.
Goolsbee (Ketua The Fed Chicago): Ia terus terang menyebut mempertahankan inflasi tinggi dalam waktu lama adalah “bermain api”. Defisit fiskal yang besar serta ekspektasi pasar terhadap peningkatan produktivitas yang didorong AI juga dapat memicu ekonomi menjadi terlalu panas.
📈 Respons Pasar: Imbal Hasil Obligasi AS Tembus Rekor Baru, Dolar Menguat
Imbal hasil obligasi AS melonjak: Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun menembus 5,3% di intraday, sementara tenor 30 tahun naik hingga sekitar 5,64%. Keduanya berada pada level tertinggi secara historis sejak tahun 2002.
Saham AS bergerak fluktuatif dan terbelah: Dow Jones turun lebih dari 440 poin dalam sehari, sedangkan S&P 500 ditutup melemah. Hanya indeks Nasdaq yang mampu ditutup naik karena dukungan saham-saham teknologi.
Indeks dolar kokoh: Sepanjang bulan September, dolar menguat hampir 2% dan mencatat performa bulanan terbaik dalam enam bulan terakhir. Saat ini pasar pada dasarnya sudah sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga pada bulan Desember. Diperkirakan pengetatan kumulatif dalam 12 bulan ke depan sekitar 90 basis poin.
💡 Pengamatan dan Pemikiran Utama
1. Tekanan penularan biaya pinjaman: Imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 dan 30 tahun sebagai acuan penetapan harga yang terus melonjak secara keseluruhan meningkatkan biaya hipotek dan pembiayaan perusahaan. Ini memberi tekanan nyata pada ekonomi riil dan penilaian (valuasi) saham AS.
2. “Term premium” kembali: Data GDP yang kuat dan ekspansi defisit fiskal mendorong investor menuntut imbal hasil yang lebih tinggi untuk obligasi pemerintah jangka panjang. Dengan demikian, sebagian dana dialihkan dari pasar kripto dan saham ke aset obligasi AS berimbal hasil tinggi sebagai tempat berlindung. #美联储会议 #币安广场
Suara Hawk The Fed Kembali Menggema! Imbal Hasil Obligasi AS Melonjak, Ke Mana Arah Saham AS Selanjutnya?
Saham AS pada Rabu ditutup dengan pergerakan yang beragam. Meski data PCE yang melambat sempat mendorong indeks untuk naik, tekanan kembali muncul ketika para pejabat Federal Reserve secara kolektif melepaskan sinyal yang “hawkish”. Imbal hasil obligasi pemerintah AS dan indeks dolar sama-sama menguat, sehingga saham AS kembali tertekan.
🚨 The Fed Kompak Beri Sinyal Hawk: Kenaikan Suku Bunga Belum Berakhir? Kaschkari (Ketua The Fed Minneapolis): Inflasi masih sekitar 3%, jauh di atas target 2%. Suku bunga netral kemungkinan lebih tinggi dari perkiraan. Diperkirakan akan ada satu kali lagi kenaikan suku bunga pada tahun ini, dan satu kali lagi pada tahun 2027. Ia juga mengingatkan perlunya mewaspadai risiko gangguan pasokan jangka panjang akibat situasi Iran.
Lisa Cook (Anggota Dewan The Fed): Inflasi yang berada di atas target telah berlangsung lebih dari lima setengah tahun. Ini mendukung kenaikan suku bunga 25 basis poin pada bulan September, serta menekankan tekanan pada keluarga akibat biaya energi dan perumahan yang lebih tinggi di wilayah pedesaan.
Goolsbee (Ketua The Fed Chicago): Ia terus terang menyebut mempertahankan inflasi tinggi dalam waktu lama adalah “bermain api”. Defisit fiskal yang besar serta ekspektasi pasar terhadap peningkatan produktivitas yang didorong AI juga dapat memicu ekonomi menjadi terlalu panas.
📈 Respons Pasar: Imbal Hasil Obligasi AS Tembus Rekor Baru, Dolar Menguat
Imbal hasil obligasi AS melonjak: Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun menembus 5,3% di intraday, sementara tenor 30 tahun naik hingga sekitar 5,64%. Keduanya berada pada level tertinggi secara historis sejak tahun 2002.
Saham AS bergerak fluktuatif dan terbelah: Dow Jones turun lebih dari 440 poin dalam sehari, sedangkan S&P 500 ditutup melemah. Hanya indeks Nasdaq yang mampu ditutup naik karena dukungan saham-saham teknologi.
Indeks dolar kokoh: Sepanjang bulan September, dolar menguat hampir 2% dan mencatat performa bulanan terbaik dalam enam bulan terakhir. Saat ini pasar pada dasarnya sudah sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga pada bulan Desember. Diperkirakan pengetatan kumulatif dalam 12 bulan ke depan sekitar 90 basis poin.
💡 Pengamatan dan Pemikiran Utama
1. Tekanan penularan biaya pinjaman: Imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 dan 30 tahun sebagai acuan penetapan harga yang terus melonjak secara keseluruhan meningkatkan biaya hipotek dan pembiayaan perusahaan. Ini memberi tekanan nyata pada ekonomi riil dan penilaian (valuasi) saham AS.
2. “Term premium” kembali: Data GDP yang kuat dan ekspansi defisit fiskal mendorong investor menuntut imbal hasil yang lebih tinggi untuk obligasi pemerintah jangka panjang. Dengan demikian, sebagian dana dialihkan dari pasar kripto dan saham ke aset obligasi AS berimbal hasil tinggi sebagai tempat berlindung. #美联储会议 #币安广场
Suara Hawk The Fed Kembali Menggema! Imbal Hasil Obligasi AS Melonjak, Ke Mana Arah Saham AS Selanjutnya?
Saham AS pada Rabu ditutup dengan pergerakan yang beragam. Meski data PCE yang melambat sempat mendorong indeks untuk naik, tekanan kembali muncul ketika para pejabat Federal Reserve secara kolektif melepaskan sinyal yang “hawkish”. Imbal hasil obligasi pemerintah AS dan indeks dolar sama-sama menguat, sehingga saham AS kembali tertekan.
🚨 The Fed Kompak Beri Sinyal Hawk: Kenaikan Suku Bunga Belum Berakhir? Kaschkari (Ketua The Fed Minneapolis): Inflasi masih sekitar 3%, jauh di atas target 2%. Suku bunga netral kemungkinan lebih tinggi dari perkiraan. Diperkirakan akan ada satu kali lagi kenaikan suku bunga pada tahun ini, dan satu kali lagi pada tahun 2027. Ia juga mengingatkan perlunya mewaspadai risiko gangguan pasokan jangka panjang akibat situasi Iran.
Lisa Cook (Anggota Dewan The Fed): Inflasi yang berada di atas target telah berlangsung lebih dari lima setengah tahun. Ini mendukung kenaikan suku bunga 25 basis poin pada bulan September, serta menekankan tekanan pada keluarga akibat biaya energi dan perumahan yang lebih tinggi di wilayah pedesaan.
Goolsbee (Ketua The Fed Chicago): Ia terus terang menyebut mempertahankan inflasi tinggi dalam waktu lama adalah “bermain api”. Defisit fiskal yang besar serta ekspektasi pasar terhadap peningkatan produktivitas yang didorong AI juga dapat memicu ekonomi menjadi terlalu panas.
📈 Respons Pasar: Imbal Hasil Obligasi AS Tembus Rekor Baru, Dolar Menguat
Imbal hasil obligasi AS melonjak: Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun menembus 5,3% di intraday, sementara tenor 30 tahun naik hingga sekitar 5,64%. Keduanya berada pada level tertinggi secara historis sejak tahun 2002.
Saham AS bergerak fluktuatif dan terbelah: Dow Jones turun lebih dari 440 poin dalam sehari, sedangkan S&P 500 ditutup melemah. Hanya indeks Nasdaq yang mampu ditutup naik karena dukungan saham-saham teknologi.
Indeks dolar kokoh: Sepanjang bulan September, dolar menguat hampir 2% dan mencatat performa bulanan terbaik dalam enam bulan terakhir. Saat ini pasar pada dasarnya sudah sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga pada bulan Desember. Diperkirakan pengetatan kumulatif dalam 12 bulan ke depan sekitar 90 basis poin.
💡 Pengamatan dan Pemikiran Utama
1. Tekanan penularan biaya pinjaman: Imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 dan 30 tahun sebagai acuan penetapan harga yang terus melonjak secara keseluruhan meningkatkan biaya hipotek dan pembiayaan perusahaan. Ini memberi tekanan nyata pada ekonomi riil dan penilaian (valuasi) saham AS.
2. “Term premium” kembali: Data GDP yang kuat dan ekspansi defisit fiskal mendorong investor menuntut imbal hasil yang lebih tinggi untuk obligasi pemerintah jangka panjang. Dengan demikian, sebagian dana dialihkan dari pasar kripto dan saham ke aset obligasi AS berimbal hasil tinggi sebagai tempat berlindung. #美联储会议 #币安广场
Suara Hawk The Fed Kembali Menggema! Imbal Hasil Obligasi AS Melonjak, Ke Mana Arah Saham AS Selanjutnya?
Saham AS pada Rabu ditutup dengan pergerakan yang beragam. Meski data PCE yang melambat sempat mendorong indeks untuk naik, tekanan kembali muncul ketika para pejabat Federal Reserve secara kolektif melepaskan sinyal yang “hawkish”. Imbal hasil obligasi pemerintah AS dan indeks dolar sama-sama menguat, sehingga saham AS kembali tertekan.
🚨 The Fed Kompak Beri Sinyal Hawk: Kenaikan Suku Bunga Belum Berakhir? Kaschkari (Ketua The Fed Minneapolis): Inflasi masih sekitar 3%, jauh di atas target 2%. Suku bunga netral kemungkinan lebih tinggi dari perkiraan. Diperkirakan akan ada satu kali lagi kenaikan suku bunga pada tahun ini, dan satu kali lagi pada tahun 2027. Ia juga mengingatkan perlunya mewaspadai risiko gangguan pasokan jangka panjang akibat situasi Iran.
Lisa Cook (Anggota Dewan The Fed): Inflasi yang berada di atas target telah berlangsung lebih dari lima setengah tahun. Ini mendukung kenaikan suku bunga 25 basis poin pada bulan September, serta menekankan tekanan pada keluarga akibat biaya energi dan perumahan yang lebih tinggi di wilayah pedesaan.
Goolsbee (Ketua The Fed Chicago): Ia terus terang menyebut mempertahankan inflasi tinggi dalam waktu lama adalah “bermain api”. Defisit fiskal yang besar serta ekspektasi pasar terhadap peningkatan produktivitas yang didorong AI juga dapat memicu ekonomi menjadi terlalu panas.
📈 Respons Pasar: Imbal Hasil Obligasi AS Tembus Rekor Baru, Dolar Menguat
Imbal hasil obligasi AS melonjak: Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun menembus 5,3% di intraday, sementara tenor 30 tahun naik hingga sekitar 5,64%. Keduanya berada pada level tertinggi secara historis sejak tahun 2002.
Saham AS bergerak fluktuatif dan terbelah: Dow Jones turun lebih dari 440 poin dalam sehari, sedangkan S&P 500 ditutup melemah. Hanya indeks Nasdaq yang mampu ditutup naik karena dukungan saham-saham teknologi.
Indeks dolar kokoh: Sepanjang bulan September, dolar menguat hampir 2% dan mencatat performa bulanan terbaik dalam enam bulan terakhir. Saat ini pasar pada dasarnya sudah sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga pada bulan Desember. Diperkirakan pengetatan kumulatif dalam 12 bulan ke depan sekitar 90 basis poin.
💡 Pengamatan dan Pemikiran Utama
1. Tekanan penularan biaya pinjaman: Imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 dan 30 tahun sebagai acuan penetapan harga yang terus melonjak secara keseluruhan meningkatkan biaya hipotek dan pembiayaan perusahaan. Ini memberi tekanan nyata pada ekonomi riil dan penilaian (valuasi) saham AS.
2. “Term premium” kembali: Data GDP yang kuat dan ekspansi defisit fiskal mendorong investor menuntut imbal hasil yang lebih tinggi untuk obligasi pemerintah jangka panjang. Dengan demikian, sebagian dana dialihkan dari pasar kripto dan saham ke aset obligasi AS berimbal hasil tinggi sebagai tempat berlindung. #美联储会议 #币安广场
Suara Hawk The Fed Kembali Menggema! Imbal Hasil Obligasi AS Melonjak, Ke Mana Arah Saham AS Selanjutnya?
Saham AS pada Rabu ditutup dengan pergerakan yang beragam. Meski data PCE yang melambat sempat mendorong indeks untuk naik, tekanan kembali muncul ketika para pejabat Federal Reserve secara kolektif melepaskan sinyal yang “hawkish”. Imbal hasil obligasi pemerintah AS dan indeks dolar sama-sama menguat, sehingga saham AS kembali tertekan.
🚨 The Fed Kompak Beri Sinyal Hawk: Kenaikan Suku Bunga Belum Berakhir? Kaschkari (Ketua The Fed Minneapolis): Inflasi masih sekitar 3%, jauh di atas target 2%. Suku bunga netral kemungkinan lebih tinggi dari perkiraan. Diperkirakan akan ada satu kali lagi kenaikan suku bunga pada tahun ini, dan satu kali lagi pada tahun 2027. Ia juga mengingatkan perlunya mewaspadai risiko gangguan pasokan jangka panjang akibat situasi Iran.
Lisa Cook (Anggota Dewan The Fed): Inflasi yang berada di atas target telah berlangsung lebih dari lima setengah tahun. Ini mendukung kenaikan suku bunga 25 basis poin pada bulan September, serta menekankan tekanan pada keluarga akibat biaya energi dan perumahan yang lebih tinggi di wilayah pedesaan.
Goolsbee (Ketua The Fed Chicago): Ia terus terang menyebut mempertahankan inflasi tinggi dalam waktu lama adalah “bermain api”. Defisit fiskal yang besar serta ekspektasi pasar terhadap peningkatan produktivitas yang didorong AI juga dapat memicu ekonomi menjadi terlalu panas.
📈 Respons Pasar: Imbal Hasil Obligasi AS Tembus Rekor Baru, Dolar Menguat
Imbal hasil obligasi AS melonjak: Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun menembus 5,3% di intraday, sementara tenor 30 tahun naik hingga sekitar 5,64%. Keduanya berada pada level tertinggi secara historis sejak tahun 2002.
Saham AS bergerak fluktuatif dan terbelah: Dow Jones turun lebih dari 440 poin dalam sehari, sedangkan S&P 500 ditutup melemah. Hanya indeks Nasdaq yang mampu ditutup naik karena dukungan saham-saham teknologi.
Indeks dolar kokoh: Sepanjang bulan September, dolar menguat hampir 2% dan mencatat performa bulanan terbaik dalam enam bulan terakhir. Saat ini pasar pada dasarnya sudah sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga pada bulan Desember. Diperkirakan pengetatan kumulatif dalam 12 bulan ke depan sekitar 90 basis poin.
💡 Pengamatan dan Pemikiran Utama
1. Tekanan penularan biaya pinjaman: Imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 dan 30 tahun sebagai acuan penetapan harga yang terus melonjak secara keseluruhan meningkatkan biaya hipotek dan pembiayaan perusahaan. Ini memberi tekanan nyata pada ekonomi riil dan penilaian (valuasi) saham AS.
2. “Term premium” kembali: Data GDP yang kuat dan ekspansi defisit fiskal mendorong investor menuntut imbal hasil yang lebih tinggi untuk obligasi pemerintah jangka panjang. Dengan demikian, sebagian dana dialihkan dari pasar kripto dan saham ke aset obligasi AS berimbal hasil tinggi sebagai tempat berlindung. #美联储会议 #币安广场
$ZEC $SNDK $ETH Tiga raksasa terbesar!!! Ini semua adalah hasil dari kerja keras, dipikirkan matang-matang, dan dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Pada 26 September, saya sudah memposting! Di ruang obrolan, suara grup internal hampir habis dipakai untuk teriak! Saudara-saudari yang sudah mendapatkan bagian dagingnya! Rayakanlah! Saudaraku, jangan ragu—kalian yang bisa sampai di posisi sekarang sungguh beruntung! Dapatkan konsultasi langsung masuk ke ruang obrolan saya! Berinvestasilah dengan hati-hati, hanya sebagai referensi! Terima kasih atas dukungannya!☕
Bitcoin di Tiongkok: Perkiraan menempatkan kepemilikan Bitcoin nasional Tiongkok sekitar 194,000 $BTC Ini merujuk pada estimasi kepemilikan tingkat nasional, bukan investor individu. 📊
Di bulan Oktober yang berlimpah, seluruh negeri merayakan. Semoga negara kita makmur dan sejahtera, rakyat hidup tenteram, dan juga semoga setiap teman menikmati liburan dengan bahagia, perjalanan lancar, serta keluarga berkumpul hangat!
Semoga tujuh hari liburan ini penuh tawa dan kehangatan, saat kembali tetaplah seperti remaja, saat berangkat semuanya membawa suasana hati yang baik~
Selamat Hari Nasional untuk semuanya, selamat berlibur!❤️🇨🇳
Bitcoin membuka “Uptober”, bertahan di sekitar 84.000 dolar AS
Bitcoin hari ini dibuka di sekitar 84.000 dolar AS pada bulan Oktober. Kinerja September secara keseluruhan kuat (naik sekitar 7%), dan pada Q3 Bitcoin melonjak hampir 43%, mencatat performa kuartalan terbaik sejak 2017. ETF Bitcoin spot AS pada Q3 mencatat arus masuk bersih sekitar 6,3 miliar dolar AS. Dana institusional yang terus masuk menjadi pendorong penting.
Sementara itu, Ethereum saat ini berfluktuasi di sekitar 2.700 dolar AS; Solana, BNB, XRP, dan beberapa koin utama lainnya bergerak relatif stabil. Total kapitalisasi pasar sekitar 2,89 triliun dolar AS, dan indeks sentimen telah masuk ke area “serakah” (Fear & Greed sekitar 68).
Sorotan hari ini:
- Data inflasi yang melunak sempat mendorong BTC naik sesaat hingga melewati 85.000 dolar AS, namun tingginya imbal hasil obligasi AS dan ketidakpastian terkait suku bunga membuat kenaikan tersebut kemudian terimbangi. - Dalam beberapa waktu terakhir, ETF mengalami arus keluar bersih tertentu (sekitar 200 juta dolar AS), sehingga pasar tetap berhati-hati. - Kerugian akibat peretasan pada September meningkat tajam hingga lebih dari 760 juta dolar AS (terutama kejadian Bitget dan Liquid Network), sehingga keamanan tetap menjadi fokus utama industri. - Stablecoin baru Open USD (OUSD) resmi meluncur. Di belakangnya ada figur-figur besar seperti Coinbase, Mastercard, Visa, Stripe, dan lain-lain; komitmen likuiditasnya lebih dari 1 miliar dolar AS.
Secara keseluruhan, tren menuju institusionalisasi terlihat jelas. Namun, lingkungan suku bunga makro masih menjadi variabel terbesar. Data historis menunjukkan bahwa bulan Oktober (Uptober) kerap menjadi bulan yang kuat untuk Bitcoin. Apakah tren kuat yang terjadi pada Q3 bisa berlanjut, masih patut terus dicermati.
Bagaimana menurutmu prospek ke depan? Masih mau tetap bullish, atau merasa di level tinggi perlu waspada terhadap koreksi? Ayo kita bahas bersama~
Ada hari untuk berusaha mencari uang, menggonggong anjing, bermain level satu, pikirkan saja 🤔🤔 jadi senang 😃😃😃😃😃😃, di sini aku punya 👉 amplop merah besar 👉🧧🧧🧧🧧🧧🧧🧧 semuanya datang untuk ambil ya. Kecepatan tangan,
Ada hari untuk berusaha mencari uang, menggonggong anjing, bermain level satu, pikirkan saja 🤔🤔 jadi senang 😃😃😃😃😃😃, di sini aku punya 👉 amplop merah besar 👉🧧🧧🧧🧧🧧🧧🧧 semuanya datang untuk ambil ya. Kecepatan tangan,
🎉🎉 Kabar baik besar dari Italia: tttt 🔥 Katalis utama hadir! Aset meme super terbaru akan datang!
👉 Segalanya bermula dari satu prinsip: kemana dua kali cuitan ini memancing semuanya? Segalanya adalah bilangan, Dao itu sederhana. Ini adalah tren yang sangat kuat Kesepakatan komunitas gila-gilaan ditumpuk! Likuiditas arus publik meledak total
Target pertama memecahkan dua angka nol, target kedua langsung menyasar Alpha Alpha IIII
Live streaming 24 jam, buatan komunitas sendiri, dipimpin CTO. Tangkap momentum saat coin dan saham bergabung di satu frame, strong listing, aman bersama Alpha Bersama-sama melangkah, ciptakan masa depan Satu-satunya: Segalanya adalah bilangan Siap? Kencangkan sabuk pengaman, sewaktu-waktu siap naik ke Alpha tttt Pegang koin dan pastikan stabil, Segalanya adalah bilangan siap lepas landas!
🚨 Sinyal crypto terbesar hari ini bukanlah candle.
Ini adalah Wall Street yang mengubah ekspektasinya.
Citi baru saja menaikkan perkiraan 12 bulan untuk BTC dan ETH, dengan alasan aktivitas kripto yang lebih kuat, masuknya dana ETF yang kembali mengalir, dan membaiknya kondisi makro.
💰 Permintaan ETF kembali 🔥 Aktivitas kripto membaik 🏦 Institusi kembali aktif 📈 BTC, ETH, dan BNB mulai stabil
Inilah perbedaan yang menarik:
Ritel menunggu konfirmasi. Wall Street sudah mulai mengubah harga.
Pertanyaannya yang sebenarnya bukan target Citi.
Melainkan apakah permintaan institusional yang kembali meningkat akan menyebar dari BTC ke ETH, BNB, dan pasar yang lebih luas.
Oktober mungkin baru saja dimulai.
🟢 SIKLUS MODAL BARU 🔴 AWAL PALSU LAINNYA
#BTC #ETH #BNB
Masuk untuk menjelajahi konten lainnya
Bergabunglah dengan pengguna kripto global di Binance Square
⚡️ Dapatkan informasi terbaru dan berguna tentang kripto.
💬 Dipercayai oleh bursa kripto terbesar di dunia.
👍 Temukan wawasan nyata dari kreator terverifikasi.