Prump secara resmi menolak peraturan yang diusulkan untuk mengawasi teknologi AI dalam audit volumetrik. Dalam sebuah pernyataan, perusahaan menyampaikan kekhawatiran bahwa aturan tersebut dapat menghambat inovasi dan meningkatkan biaya kepatuhan, yang pada akhirnya dapat menghambat pertumbuhan aplikasi AI dalam bidang audit. Prump menegaskan komitmennya untuk mengembangkan alat AI yang bertanggung jawab guna meningkatkan transparansi dan efisiensi. Penolakan ini muncul di tengah perdebatan yang lebih luas mengenai bagaimana menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan standar etika serta akuntabilitas. Para ahli industri khawatir bahwa tanpa pengawasan yang memadai, potensi penyalahgunaan dapat meningkat, sehingga memunculkan seruan untuk pedoman yang direvisi yang secara efektif mengatasi tantangan tersebut sekaligus mendorong inovasi.