Kecemasan Empat Besar di Pasar Keuangan:
Naik tapi tidak membeli, cemas;
Beli tapi tidak naik, cemas;
Turun tapi tidak dijual, cemas;
Jual tapi tidak turun, cemas.
Bagaimana mengatasinya?
1. Tetapkan ekspektasi:
Tulis kondisi yang menurutmu paling ideal. Misalnya, kamu memperkirakan sebuah saham pada kondisi paling ideal akan naik 50% dari harga saat ini. Pada selembar kertas kosong, tulis: Ekspektasi naik 50%.
2. Tetapkan batas bawah:
Tulis persentase kerugian maksimum yang bisa kamu tanggung. Misalnya, kerugian maksimum yang masih bisa kamu terima dari investasi ini adalah harga turun -8% dari biaya beli. Di tempat kosong pada kertas, tulis: Batas kerugian -8%.
* Ada penelitian yang menunjukkan bahwa kerugian pada satu saham yang tidak melebihi -8% adalah kunci untuk menjaga portofolio tetap sehat.
3. Hitung rasio untung-rugi:
Rasio untung-rugi = ekspektasi ÷ batas bawah. Misalnya, ekspektasi adalah naik 50%, batas bawah adalah rugi -8%, maka rasio untung-rugi = (50 ÷ 8) = 6,25 kali. Pada tempat kosong di kertas, tulis: Rasio untung-rugi = 6,25 kali.
* Umumnya, rasio untung-rugi di atas 3 kali layak dilakukan.
4. Susun rencana:
- Jika mencapai ekspektasi, ambil keuntungan (stop profit);
- Jika belum mencapai ekspektasi dan belum melewati batas bawah, tetap pegang;
- Jika menyentuh batas bawah, stop-loss (penghentian kerugian).
Dengan ekspektasi, dengan batas bawah, dengan rencana,
yang paling penting adalah bertindak sesuai dengan rencana tersebut. Setiap kali berinvestasi dengan alur ini, kamu tidak akan lagi cemas.
Naik tapi tidak membeli, cemas;
Beli tapi tidak naik, cemas;
Turun tapi tidak dijual, cemas;
Jual tapi tidak turun, cemas.
Bagaimana mengatasinya?
1. Tetapkan ekspektasi:
Tulis kondisi yang menurutmu paling ideal. Misalnya, kamu memperkirakan sebuah saham pada kondisi paling ideal akan naik 50% dari harga saat ini. Pada selembar kertas kosong, tulis: Ekspektasi naik 50%.
2. Tetapkan batas bawah:
Tulis persentase kerugian maksimum yang bisa kamu tanggung. Misalnya, kerugian maksimum yang masih bisa kamu terima dari investasi ini adalah harga turun -8% dari biaya beli. Di tempat kosong pada kertas, tulis: Batas kerugian -8%.
* Ada penelitian yang menunjukkan bahwa kerugian pada satu saham yang tidak melebihi -8% adalah kunci untuk menjaga portofolio tetap sehat.
3. Hitung rasio untung-rugi:
Rasio untung-rugi = ekspektasi ÷ batas bawah. Misalnya, ekspektasi adalah naik 50%, batas bawah adalah rugi -8%, maka rasio untung-rugi = (50 ÷ 8) = 6,25 kali. Pada tempat kosong di kertas, tulis: Rasio untung-rugi = 6,25 kali.
* Umumnya, rasio untung-rugi di atas 3 kali layak dilakukan.
4. Susun rencana:
- Jika mencapai ekspektasi, ambil keuntungan (stop profit);
- Jika belum mencapai ekspektasi dan belum melewati batas bawah, tetap pegang;
- Jika menyentuh batas bawah, stop-loss (penghentian kerugian).
Dengan ekspektasi, dengan batas bawah, dengan rencana,
yang paling penting adalah bertindak sesuai dengan rencana tersebut. Setiap kali berinvestasi dengan alur ini, kamu tidak akan lagi cemas.