Ngomongin trading koin juga harus bisa sedikit bahasa Inggris, kalau tidak, koin apa pun kamu pasti nggak bisa hafal—apalah kamu saat CX sama orang lain tapi salah sebut nama koin, memalukan banget 😮‍💨

Cara diplomat saat Perang Dingin untuk belajar bahasa ternyata memang manjur. Malah lebih bagus daripada cara yang dipakai Shang Wenyue.

Kenapa para diplomat bisa menguasai banyak bahasa dengan lancar, dan bisa belajar bahasa baru dengan sangat cepat? Cara mereka belajarnya langsung: tidak membahas tata bahasa, tidak menghafal kosakata. Mereka hanya melakukan satu hal—melatih proses terjemahan di tengah sampai otomatis. Metode ini disebut pattern drill, dan asal-usulnya dari proyek bahasa kilat Angkatan Bersenjata AS pada 1942 saat Perang Dunia II.

Lalu, kemudian American Defense Language Institute memakai metode yang sama untuk melatih 65 bahasa.

Kamu belajar bahasa Inggris 10 tahun tapi belum bisa buka mulut? Bukan karena kosakatanya kurang. Sebenarnya cuma ada satu langkah ekstra di kepala kamu.

Departemen Luar Negeri AS pernah memublikasikan sebuah tabel: dari nol sampai bisa bekerja, bahasa Spanyol dan Prancis hanya butuh 600 sampai 750 jam.

Bahasa Mandarin dan bahasa Jepang kira-kira sekitar 2200 jam—itu perhitungan dari data pelatihan yang digunakan FSI Amerika dari lebih dari 70 tahun.

Dan bahasa Inggris adalah yang paling mudah di antara semuanya.

Kelancaran bukan pengetahuan, melainkan otomatisasi. Banyak orang mendengar bahasa Inggris, lalu menerjemahkan ke bahasa Cina, memikirkan jawabannya, terjemahkan kembali ke bahasa Inggris, baru ngomong.

Begitu orang lain selesai bicara, kamu masih ada di langkah kedua.

Yang paling sederhana namanya latihan substitusi: pola kalimat tetap, hanya mengganti satu kata, dan dalam 3 detik kamu harus bisa jawab.

“I want coffee”, “I want tea”, “I want milk” diulang puluhan kali, sampai pola kalimatnya berubah jadi refleks. Mulut tinggal dibuka begitu—seperti saat baru belajar mengemudi, tiap langkah masih dipikirkan. Setelah bertahun-tahun, tangan dan kaki bergerak sendiri.

Dulu, ini butuh guru penutur asli duduk berhadapan dan terus melempar kalimat. Sekarang, AI bisa jadi gurunya. Aku sudah membuat seluruh alur prosesnya dalam sebuah gambar—kamu tinggal latihan mengikuti itu. Nanti di waktu yang tepat pasti bisa berhasil.