TAHTA ROMAWI YANG MUNGKIN MENUNGGU 2.000 TAHUN UNTUK DITEMUKAN

Bayangkan menggali di bawah jalan-jalan modern Roma… dan tiba-tiba menemukan singgasana marmer yang tampak seolah pemiliknya bisa kembali kapan saja.

Tersembunyi jauh di bawah sebuah istana Romawi kuno, singgasana luar biasa ini diyakini berasal dari dinasti Flavian, kemungkinan akhir abad ke-1 Masehi. Dibentuk dari marmer Parian yang memukau, singgasana ini tidak seperti kursi biasa. Sandarannya yang tinggi menjulang di belakang dua sphinx bersayap, wajah mereka yang tenang seolah mengawasi siapa pun yang mendekat. Bagian dasarnya dihiasi ukiran halus berupa bunga-bunga, daun-daun acanthus yang melengkung, serta adegan-adegan yang berkaitan dengan kemenangan-kemenangan bernuansa mitologis.

Namun bagian yang paling memikat bukan sekadar keindahannya. Ini adalah pertanyaan tentang siapa yang pernah duduk di sini.

Selama hampir 2.000 tahun, singgasana ini mungkin tetap tersembunyi di bawah kota sementara Roma berubah di permukaannya. Para kaisar lenyap, istana runtuh, jalan dibangun, dan generasi silih berganti—namun karya seni kekaisaran yang luar biasa ini tetap bertahan di bawah tanah.

Apakah singgasana ini dibuat untuk seorang kaisar? Untuk anggota istana kekaisaran yang berpengaruh? Atau apakah itu singgasana seremonial yang digunakan untuk ritual dan penampilan publik?

Kita mungkin tidak akan pernah tahu kisah lengkapnya.

Yang kita tahu, orang Romawi tidak akan mengukir sesuatu seterperinci ini secara kebetulan. Setiap sphinx, daun, bunga, dan adegan mitologis dirancang untuk menyampaikan kekuasaan, status, dan kemegahan.

Dan sekarang, setelah berabad-abad dalam kegelapan, singgasana ini kembali menghadap dunia.

Misteri sebenarnya sederhana: singgasana siapa itu?

$PEPE $BTW $OG