Buyback - pembelian kembali (reverse buyback) oleh perusahaan Nvidia atas saham miliknya sendiri dari pasar dengan nilai yang sangat besar sebesar $150 miliar.
Perusahaan melakukan ini karena beberapa alasan yang sangat jelas dan pragmatis:
• Menaikkan harga saham dan metrik EPS (laba per saham)
Ketika Nvidia membeli kembali sahamnya, total jumlah saham yang beredar berkurang. Laba bersih perusahaan kini dibagikan ke lebih sedikit saham, sehingga indikator EPS (Earnings Per Share) otomatis meningkat. Bagi pasar saham, ini adalah sinyal langsung: "saham menjadi lebih berharga lagi".
• Sinyal ke pasar: "Kami sendiri yakin pada pertumbuhan kami"
Tidak ada yang mengetahui kondisi keuangan perusahaan dengan lebih baik selain manajemennya. Dengan meluncurkan program pembelian kembali senilai $150 miliar yang sangat besar, manajemen seakan berkata kepada para investor: "Kami menganggap bahwa saham kami saat ini bernilai lebih murah daripada potensi aslinya, dan karena itu kami diuntungkan untuk menginvestasikan uang tunai yang menganggur langsung ke diri kami sendiri".
• Harus ke mana menaruh bantalan uang tunai raksasa itu
Berkat ledakan AI (chip H100, Blackwell, dll.), Nvidia saat ini menghasilkan uang dalam jumlah yang sangat besar. Menyisakan ratusan miliar hanya tergeletak di rekening bank jelas tidak menguntungkan karena inflasi, dan membeli startup kecil dalam skala sebesar itu tentu tidak akan diizinkan oleh regulator (lembaga antimonopoli). Membeli kembali saham adalah cara paling aman untuk mengembalikan modal.
• Perlindungan dari pengenceran (untuk kompensasi karyawan)
Nvidia secara aktif memberi kompensasi kepada para insinyur dan manajer puncaknya dengan opsi dan saham. Agar penerbitan saham baru untuk karyawan tidak mengencerkan porsi pemegang saham/investor saat ini, perusahaan hanya membeli kembali dari pasar jumlah saham yang setara (atau lebih besar).
Secara umum, bagi pemegang saham NVDA ini adalah sinyal bullish yang sangat kuat dan dukungan langsung bagi harga kuotasi!
