Ketika AGI menyelesaikan semuanya untuk manusia, apa yang masih bisa kita lakukan? Filsafat memberi jawaban, dan perdagangan menjadi latihan untuk menguji jawabannya
Banyak orang khawatir tentang AI karena takut kehilangan pekerjaan.
Para programmer khawatir AI menulis kode, para desainer khawatir AI menggambar, para dokter khawatir AI mendiagnosis penyakit, para analis khawatir AI membaca laporan keuangan, dan manajer dana khawatir AI langsung menyelesaikan pemilihan saham dan perdagangan.
Namun ini belumlah hal yang paling patut ditakuti.
Masalah yang sebenarnya adalah:
Seandainya suatu hari AGI tidak hanya menggantikan tenaga fisik kita, tetapi juga bisa menggantikan sebagian besar pengetahuan, keterampilan, penilaian, dan kreativitas—apa yang tersisa bagi manusia?
Ketika AI bisa membaca lebih banyak darimu, menghitung lebih cepat, mengingat lebih kuat, bahkan lebih memahami kebiasaanmu dibanding dirimu sendiri, kemampuan-kemampuan yang dulu kamu banggakan mungkin tidak lagi langka.