Bitcoin memilih arah ke bawah. Pada tanggal 28, harga ditarik turun dari 84.500 menjadi 82.600, ditutup di 83.500, turun 1,15%, dengan volume meningkat hingga 2,09 miliar BTC—ini adalah volume terbesar sejak beberapa hari terakhir saat terjadi fase konsolidasi. Artikel sebelumnya sudah menjelaskannya dengan sangat jelas: hanya jika volume meningkat dan harga menembus di atas 85.000 barulah kenaikan dianggap terkonfirmasi; jika tembus dan kembali jatuh di bawah 84.100, maka harga kembali ke dalam kotak (range). Hasilnya: pergerakan justru menembus ke bawah lebih dulu, dan saat jebol pun disertai volume.

Kali ini berbeda dengan beberapa hari sebelumnya. Beberapa hari lalu terjadi penipisan volume (likuiditas mengering), sehingga pihak bull dan bear tidak banyak bergerak; pada tanggal 28, volume kembali dan arahnya mengarah ke bawah—ini berarti pihak penjual yang lebih dulu bergerak. Penurunan dengan volume besar lebih patut diwaspadai dibanding penurunan dengan volume kecil yang pelan-pelan, karena itu merupakan aksi jual yang disengaja (active selling).

Penilaian saya sangat langsung: 84.100 yang sebelumnya menjadi penopang (support) kini sudah berubah menjadi tekanan (resistance). Jika harga memantul kembali ke sana, itu adalah posisi untuk mengurangi (mengurangi porsi). Area terdekat yang saya lihat di bawah adalah 82.600; jika level itu jebol, maka target langsung mengarah ke 81.000. Saat ini tidak seharusnya melakukan buy (long), dan juga tidak perlu buru-buru menebus (membeli saat valuasi rendah). Tunggu sampai muncul satu candlestick bullish dengan volume menurun yang bisa menghentikan penurunan (stop falling), baru kemudian lihat lagi. Bagi yang sedang tidak memegang posisi (cash/flat), untuk gelombang ini bisa dengan tenang menunggu.

#比特币 #BTC #analisis pasar