#黄金跌至4144美元
$XAU Beberapa waktu lalu tidak banyak KOL yang membicarakan, “kalau emas sudah tembus 4500, harusnya naik ke 6000?” Apakah orang-orang ini masih ada?
Menurutku alasan penurunannya sangat sederhana: terutama karena dolar AS menguat, imbal hasil obligasi AS ikut terdorong naik (tenor 10 tahun sekitar 5,2%). Pasar menilai peluang The Fed masih menaikkan suku bunga lagi pada bulan Oktober sekitar 70%. Emas tidak menghasilkan kupon/bunga—ketika suku bunga dan dolar AS menguat, biaya kepemilikan langsung jadi lebih mahal. Harga minyak juga ikut menguat karena pembicaraan AS-Iran buntu dan ekspektasi terkait Selat Hormuz kembali bangkit. Kekhawatiran inflasi justru membuat pasar semakin yakin suku bunga akan tetap tinggi lebih lama, sehingga emas jangka pendek tertindih oleh logika suku bunga, bukan logika lindung nilai.
Ini pandanganku: angka 4100 terlihat menakutkan karena semua orang masih terpaku pada ingatan bahwa harga emas hanya bisa naik ke langit. Kalau kita tempatkan ke posisi tahun ini: di pertengahan tahun sempat menembus 5000, lalu sekarang kembali ke 4100—ini adalah koreksi setelah kenaikan skala besar, bukan keruntuhan. Setahun lalu kira-kira di kisaran 3700–3800, untuk jangka menengah-panjang masih tetap naik.
Untuk jangka pendek, jangan lawan emosi. Selama imbal hasil dan ekspektasi kenaikan suku bunga belum mereda, harga emas masih bisa berayun, bahkan mencoba level yang lebih rendah lagi.
Untuk jangka menengah-panjang, bank sentral membeli emas, utang fiskal AS, dan jika imbal hasil riil (actual/real yield) nantinya berbalik turun, emas tetap akan ada yang menyambut.
Kesimpulannya: ini adalah emas “dipukul” oleh suku bunga—bukan berarti emas jadi tidak berguna. 4100 adalah harga yang relatif murah secara tahap. Atur posisi sesuai volatilitas yang bisa kamu tahan; jangan menganggap penurunan cepat (short-term) sebagai tanda tren sudah berbalik
$XAUT
$XAU Beberapa waktu lalu tidak banyak KOL yang membicarakan, “kalau emas sudah tembus 4500, harusnya naik ke 6000?” Apakah orang-orang ini masih ada?
Menurutku alasan penurunannya sangat sederhana: terutama karena dolar AS menguat, imbal hasil obligasi AS ikut terdorong naik (tenor 10 tahun sekitar 5,2%). Pasar menilai peluang The Fed masih menaikkan suku bunga lagi pada bulan Oktober sekitar 70%. Emas tidak menghasilkan kupon/bunga—ketika suku bunga dan dolar AS menguat, biaya kepemilikan langsung jadi lebih mahal. Harga minyak juga ikut menguat karena pembicaraan AS-Iran buntu dan ekspektasi terkait Selat Hormuz kembali bangkit. Kekhawatiran inflasi justru membuat pasar semakin yakin suku bunga akan tetap tinggi lebih lama, sehingga emas jangka pendek tertindih oleh logika suku bunga, bukan logika lindung nilai.
Ini pandanganku: angka 4100 terlihat menakutkan karena semua orang masih terpaku pada ingatan bahwa harga emas hanya bisa naik ke langit. Kalau kita tempatkan ke posisi tahun ini: di pertengahan tahun sempat menembus 5000, lalu sekarang kembali ke 4100—ini adalah koreksi setelah kenaikan skala besar, bukan keruntuhan. Setahun lalu kira-kira di kisaran 3700–3800, untuk jangka menengah-panjang masih tetap naik.
Untuk jangka pendek, jangan lawan emosi. Selama imbal hasil dan ekspektasi kenaikan suku bunga belum mereda, harga emas masih bisa berayun, bahkan mencoba level yang lebih rendah lagi.
Untuk jangka menengah-panjang, bank sentral membeli emas, utang fiskal AS, dan jika imbal hasil riil (actual/real yield) nantinya berbalik turun, emas tetap akan ada yang menyambut.
Kesimpulannya: ini adalah emas “dipukul” oleh suku bunga—bukan berarti emas jadi tidak berguna. 4100 adalah harga yang relatif murah secara tahap. Atur posisi sesuai volatilitas yang bisa kamu tahan; jangan menganggap penurunan cepat (short-term) sebagai tanda tren sudah berbalik
$XAUT
