Pada sesi perdagangan hari ini, harga minyak mentah Brent secara resmi menyentuh angka 100 USD per barel setelah mengalami kenaikan tajam sebesar 2,70% dalam sehari. Ini merupakan tonggak psikologis yang sangat penting bagi pasar komoditas global.

Lonjakan kembali harga energi secara langsung mengancam upaya pengekangan inflasi oleh bank sentral. Tekanan biaya input yang meningkat dapat memaksa The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama dari perkiraan awal.

Bagi pasar keuangan tradisional, kenaikan harga minyak biasanya memicu sentimen defensif secara luas. Imbal hasil obligasi dan dolar AS cenderung menguat, sementara pasar saham harus menghadapi tekanan koreksi jangka pendek.

Sementara itu, di pasar crypto, $BTC dan aset-aset berisiko dapat mengalami tekanan jual ketika arus modal makro beralih ke instrumen tempat berlindung yang lebih aman. Investor sebaiknya lebih berhati-hati dengan mengamati respons pasar terhadap data inflasi ke depan.

#CrudeOil #MacroEconomy #Inflation