Pukul tiga dini hari, layar ponsel Li Ming menyala, memantulkan mata-mata yang penuh urat darah.
Dia sudah menatap chart selama empat puluh delapan jam berturut-turut. Teman-teman di dunia kripto sedang membicarakan sebuah token bernama PUMP. Harganya hanya 0,004 dolar, kapitalisasinya sangat kecil. Di grup, ada yang bilang ini koin sampah (shitcoin), ada yang bilang ini koin seratus kali lipat berikutnya. Li Ming ragu selama sehari penuh.
"Lagipula cuma beberapa ratus dolar. Kalau rugi, anggap saja bayar uang pelajaran." Ucapnya pada diri sendiri. Jari-jarinya menggesek layar beberapa kali, dan menukarkan seluruh 200U yang tersisa di dompetnya menjadi PUMP.
Begitu membeli, dia langsung menyesal. Harga segera turun dari 0,0043 menjadi 0,0041, dan posisi yang dia pegang langsung merugi. Di grup, orang mulai mengejek: "Ada lagi yang jadi penyerap likuiditas." Li Ming mematikan ponsel, berguling, memaksa dirinya untuk tidur. Dia meyakinkan diri, bahwa 200U ini, anggap saja membeli sebuah pelajaran.
Keesokan siang, Li Ming terbangun karena bunyi notifikasi pesan yang mendadak dan mendesak. Masih mengantuk, dia mengambil ponsel dan melihat grupnya sudah meledak.
"PUMP naik!"
"Naik 50%!"
"Siapa yang beli di 0,004? Silakan berdiri!"
Jantung Li Ming berdebar kencang. Begitu membuka bursa, harga PUMP sudah melonjak ke 0,0052. 200U-nya berubah menjadi hampir 260U. Dia begitu bersemangat sampai tangannya gemetar, tapi akal sehat mengingatkannya: koin sampah yang seperti ini naik cepat, tapi turunnya juga cepat.
"Jangan dulu, lihat apakah masih bisa naik." Dia menggertakkan gigi.
Enam jam berikutnya adalah enam jam terpanjang dalam hidupnya. PUMP seperti naik roket, melesat dari 0,0052 terus sampai 0,0058. Saldo akunnya melonjak dari 260U ke 290U. Setiap naik satu sen lagi, jantungnya ikut memacu.
Tiba-tiba, harga mulai merosot. 0,0055, 0,0053, 0,0051. Suara di grup yang awalnya pesta berubah menjadi kepanikan.
"Cepat kabur! Ini mau dijatuhkan!"
Jari Li Ming melayang di atas tombol jual. Dia ragu selama tiga detik penuh. Dalam tiga detik itu, dia teringat pengalaman menyakitkan bulan lalu ketika dia mengejar beli QNT dan terjebak di harga 373 dolar, juga mengingat hari-hari ketika dia berdiri berjaga di puncak.
Kali ini, dia tidak ragu.
Klik, konfirmasi, transaksi.
PUMP terus jatuh tepat pada saat dia menjual. Sepuluh menit kemudian, harganya kembali ke 0,0045. Dan di akun-akunnya, 280U berbaring tenang di sana.
200U berubah menjadi 280U—untung 80U. Tidak banyak, tapi ini pertama kalinya dia keluar sepenuhnya dari shitcoin tanpa tersandung.
Malam itu, Li Ming menulis satu kalimat di grup: "Yang paling sulit di dunia kripto bukan membeli apa, tapi tahu kapan harus menjual."
Tidak ada yang menanggapinya. Karena semua orang sedang menunggu PUMP berikutnya.
#PUMP #土狗币 #mata uang kripto
Dia sudah menatap chart selama empat puluh delapan jam berturut-turut. Teman-teman di dunia kripto sedang membicarakan sebuah token bernama PUMP. Harganya hanya 0,004 dolar, kapitalisasinya sangat kecil. Di grup, ada yang bilang ini koin sampah (shitcoin), ada yang bilang ini koin seratus kali lipat berikutnya. Li Ming ragu selama sehari penuh.
"Lagipula cuma beberapa ratus dolar. Kalau rugi, anggap saja bayar uang pelajaran." Ucapnya pada diri sendiri. Jari-jarinya menggesek layar beberapa kali, dan menukarkan seluruh 200U yang tersisa di dompetnya menjadi PUMP.
Begitu membeli, dia langsung menyesal. Harga segera turun dari 0,0043 menjadi 0,0041, dan posisi yang dia pegang langsung merugi. Di grup, orang mulai mengejek: "Ada lagi yang jadi penyerap likuiditas." Li Ming mematikan ponsel, berguling, memaksa dirinya untuk tidur. Dia meyakinkan diri, bahwa 200U ini, anggap saja membeli sebuah pelajaran.
Keesokan siang, Li Ming terbangun karena bunyi notifikasi pesan yang mendadak dan mendesak. Masih mengantuk, dia mengambil ponsel dan melihat grupnya sudah meledak.
"PUMP naik!"
"Naik 50%!"
"Siapa yang beli di 0,004? Silakan berdiri!"
Jantung Li Ming berdebar kencang. Begitu membuka bursa, harga PUMP sudah melonjak ke 0,0052. 200U-nya berubah menjadi hampir 260U. Dia begitu bersemangat sampai tangannya gemetar, tapi akal sehat mengingatkannya: koin sampah yang seperti ini naik cepat, tapi turunnya juga cepat.
"Jangan dulu, lihat apakah masih bisa naik." Dia menggertakkan gigi.
Enam jam berikutnya adalah enam jam terpanjang dalam hidupnya. PUMP seperti naik roket, melesat dari 0,0052 terus sampai 0,0058. Saldo akunnya melonjak dari 260U ke 290U. Setiap naik satu sen lagi, jantungnya ikut memacu.
Tiba-tiba, harga mulai merosot. 0,0055, 0,0053, 0,0051. Suara di grup yang awalnya pesta berubah menjadi kepanikan.
"Cepat kabur! Ini mau dijatuhkan!"
Jari Li Ming melayang di atas tombol jual. Dia ragu selama tiga detik penuh. Dalam tiga detik itu, dia teringat pengalaman menyakitkan bulan lalu ketika dia mengejar beli QNT dan terjebak di harga 373 dolar, juga mengingat hari-hari ketika dia berdiri berjaga di puncak.
Kali ini, dia tidak ragu.
Klik, konfirmasi, transaksi.
PUMP terus jatuh tepat pada saat dia menjual. Sepuluh menit kemudian, harganya kembali ke 0,0045. Dan di akun-akunnya, 280U berbaring tenang di sana.
200U berubah menjadi 280U—untung 80U. Tidak banyak, tapi ini pertama kalinya dia keluar sepenuhnya dari shitcoin tanpa tersandung.
Malam itu, Li Ming menulis satu kalimat di grup: "Yang paling sulit di dunia kripto bukan membeli apa, tapi tahu kapan harus menjual."
Tidak ada yang menanggapinya. Karena semua orang sedang menunggu PUMP berikutnya.
#PUMP #土狗币 #mata uang kripto