🚨 Saya memegang Bitcoin. Tapi minggu ini, saya mengamati Selat Hormuz.
Minggu pagi lain dengan sebagian besar kripto berada dalam zona hijau. Senang melihatnya. Tapi satu judul berita akhir pekan ini menarik perhatian saya.
Pada Jumat, harga minyak turun karena harapan adanya kemajuan dalam negosiasi AS–Iran. Pada Sabtu, Trump mengatakan ia telah menolak proposal Iran untuk membuka kembali Hormuz dan mengakhiri pertempuran.
Diplomasi masih ada di meja. Belum ada kesepakatan.
Kenapa ini penting bagi saya sebagai investor?
Karena gangguan tambahan pada pengiriman minyak bisa mendorong harga energi lebih tinggi, menambah tekanan inflasi, dan menyulitkan prospek untuk suku bunga. Saham dan kripto bisa ikut merasakannya.
Kita baru saja melewati minggu dengan tanda-tanda yang menggembirakan: Nasdaq naik sekitar 2%, dan ETF spot Bitcoin AS menarik hampir $2,4 miliar arus masuk bersih. Ada permintaan nyata di balik berita-berita itu.
Sekarang hadir minggu yang bisa menguji optimisme tersebut:
📌 Senin, 28 Sept.: Lebih banyak detail terkait negosiasi perdagangan AS–China diperkirakan.
📌 Rabu, 30 Sept.: PCE Agustus, estimasi ketiga PDB Q2, serta akhir kuartal.
📌 Jumat, 2 Okt.: Laporan pekerjaan AS.
Satu detail penting di sini: PCE Agustus tidak akan menangkap apa yang terjadi di Hormuz saat ini. Namun pasar bisa menyesuaikan ekspektasi inflasinya jauh sebelum perubahan tersebut muncul dalam data.
Pendapat saya? Hormuz bisa menjadi kisah besar bagi pasar minggu ini. Tekanan ekonomi mungkin mendorong negosiasi lebih lanjut, tapi saya tidak menganggap kesepakatan sebagai perkara yang pasti terjadi.
Saya akan memantau komitmen yang nyata dan reaksi minyak. Kemajuan bisa memberi ruang bernapas bagi pasar. Eskalasi lain bisa membuat awal Oktober menjadi lebih sulit.
👀 Menurut Anda, apa yang akan lebih berdampak pada Bitcoin minggu ini: data inflasi atau kabar dari Hormuz?
#bitcoin #crypto #Macro
$BTC
Minggu pagi lain dengan sebagian besar kripto berada dalam zona hijau. Senang melihatnya. Tapi satu judul berita akhir pekan ini menarik perhatian saya.
Pada Jumat, harga minyak turun karena harapan adanya kemajuan dalam negosiasi AS–Iran. Pada Sabtu, Trump mengatakan ia telah menolak proposal Iran untuk membuka kembali Hormuz dan mengakhiri pertempuran.
Diplomasi masih ada di meja. Belum ada kesepakatan.
Kenapa ini penting bagi saya sebagai investor?
Karena gangguan tambahan pada pengiriman minyak bisa mendorong harga energi lebih tinggi, menambah tekanan inflasi, dan menyulitkan prospek untuk suku bunga. Saham dan kripto bisa ikut merasakannya.
Kita baru saja melewati minggu dengan tanda-tanda yang menggembirakan: Nasdaq naik sekitar 2%, dan ETF spot Bitcoin AS menarik hampir $2,4 miliar arus masuk bersih. Ada permintaan nyata di balik berita-berita itu.
Sekarang hadir minggu yang bisa menguji optimisme tersebut:
📌 Senin, 28 Sept.: Lebih banyak detail terkait negosiasi perdagangan AS–China diperkirakan.
📌 Rabu, 30 Sept.: PCE Agustus, estimasi ketiga PDB Q2, serta akhir kuartal.
📌 Jumat, 2 Okt.: Laporan pekerjaan AS.
Satu detail penting di sini: PCE Agustus tidak akan menangkap apa yang terjadi di Hormuz saat ini. Namun pasar bisa menyesuaikan ekspektasi inflasinya jauh sebelum perubahan tersebut muncul dalam data.
Pendapat saya? Hormuz bisa menjadi kisah besar bagi pasar minggu ini. Tekanan ekonomi mungkin mendorong negosiasi lebih lanjut, tapi saya tidak menganggap kesepakatan sebagai perkara yang pasti terjadi.
Saya akan memantau komitmen yang nyata dan reaksi minyak. Kemajuan bisa memberi ruang bernapas bagi pasar. Eskalasi lain bisa membuat awal Oktober menjadi lebih sulit.
👀 Menurut Anda, apa yang akan lebih berdampak pada Bitcoin minggu ini: data inflasi atau kabar dari Hormuz?
#bitcoin #crypto #Macro
$BTC
