Trump menolak pembukaan kembali Selat Hormuz! Harga minyak kembali tertekan?
Kabar terbaru: Presiden Amerika Serikat, Trump, pada 26 September menyatakan menolak rencana pembukaan kembali Selat Hormuz yang diajukan oleh Iran.
Sebelumnya Iran mengusulkan bahwa jika AS menurunkan tekanan militer, mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, serta memenuhi syarat-syarat terkait, Iran dapat membuka kembali selat tersebut dalam waktu 7 hari.
Namun, Trump secara terbuka menyatakan menolak rencana itu.
Masalahnya jadi seperti ini👇
Selat Hormuz adalah jalur kunci pengangkutan energi global; dalam kondisi normal, sekitar seperlima hingga seperempat minyak dunia melaluinya.
Jadi apakah selat itu bisa kembali pulih dan beroperasi normal, bukan hanya masalah Timur Tengah, tetapi juga akan memengaruhi:
① Harga minyak mentah: kekhawatiran pasokan dapat terus mendorong harga minyak naik
② Inflasi global: kenaikan biaya energi menambah tekanan inflasi
③ Aset berisiko: sentimen menghindari risiko di pasar bisa semakin menguat
Pasar terbaru sudah mulai merespons. Pada sesi perdagangan Asia pagi 27 September, minyak mentah Brent sempat kembali menembus di atas 100 dolar AS per barel.
Perlu dicatat bahwa Menteri Luar Negeri Iran menyatakan pihaknya masih menunggu AS menyampaikan sikap resmi melalui perantara, dan menyebut pembukaan kembali selat bergantung pada apakah syarat-syarat yang diajukan Iran dipenuhi.
Jadi, ke depan yang benar-benar patut dipantau adalah:
👉 Kondisi pelayaran di Selat Hormuz
👉 Apakah minyak mentah bisa terus bertahan di sekitar 100 dolar
👉 Apakah AS dan Iran kembali ke meja perundingan
Jika selat tidak dibuka, dampaknya mungkin bukan hanya pada harga minyak, melainkan juga pada preferensi risiko aset global.
#霍尔木兹海峡 #特朗普拒绝重开霍尔木兹海峡提议
Kabar terbaru: Presiden Amerika Serikat, Trump, pada 26 September menyatakan menolak rencana pembukaan kembali Selat Hormuz yang diajukan oleh Iran.
Sebelumnya Iran mengusulkan bahwa jika AS menurunkan tekanan militer, mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, serta memenuhi syarat-syarat terkait, Iran dapat membuka kembali selat tersebut dalam waktu 7 hari.
Namun, Trump secara terbuka menyatakan menolak rencana itu.
Masalahnya jadi seperti ini👇
Selat Hormuz adalah jalur kunci pengangkutan energi global; dalam kondisi normal, sekitar seperlima hingga seperempat minyak dunia melaluinya.
Jadi apakah selat itu bisa kembali pulih dan beroperasi normal, bukan hanya masalah Timur Tengah, tetapi juga akan memengaruhi:
① Harga minyak mentah: kekhawatiran pasokan dapat terus mendorong harga minyak naik
② Inflasi global: kenaikan biaya energi menambah tekanan inflasi
③ Aset berisiko: sentimen menghindari risiko di pasar bisa semakin menguat
Pasar terbaru sudah mulai merespons. Pada sesi perdagangan Asia pagi 27 September, minyak mentah Brent sempat kembali menembus di atas 100 dolar AS per barel.
Perlu dicatat bahwa Menteri Luar Negeri Iran menyatakan pihaknya masih menunggu AS menyampaikan sikap resmi melalui perantara, dan menyebut pembukaan kembali selat bergantung pada apakah syarat-syarat yang diajukan Iran dipenuhi.
Jadi, ke depan yang benar-benar patut dipantau adalah:
👉 Kondisi pelayaran di Selat Hormuz
👉 Apakah minyak mentah bisa terus bertahan di sekitar 100 dolar
👉 Apakah AS dan Iran kembali ke meja perundingan
Jika selat tidak dibuka, dampaknya mungkin bukan hanya pada harga minyak, melainkan juga pada preferensi risiko aset global.
#霍尔木兹海峡 #特朗普拒绝重开霍尔木兹海峡提议
