Yang menarik perhatian saya di Solana adalah ketidaksesuaian antara jaringan yang menjadi secara nyata lebih cepat, namun SOL masih diperdagangkan seolah pasar menunggu bukti.

Perubahan mainnet terbaru memang nyata: waktu slot kini mencapai 250ms, Transaction V1 sudah live, dan sewa (rent) telah diturunkan; sementara itu rilis Agave/Firedancer terus dikirim. Alpenglow adalah langkah yang lebih besar: Solana menyatakan fase Votor menargetkan ~150ms finality, dengan Agave 4.3 direncanakan untuk Oktober 2026.

Hal ini penting karena ini bukan sekadar cerita tentang benchmark. Siklus ekonomi Solana masih berjalan melalui SOL: setiap transaksi membayar fee SOL, base fees dibagi 50% burn/50% validator, sedangkan priority fees diberikan kepada validator. Dan penggunaan (usage) tidaklah kecil—Token Terminal saat ini melaporkan sekitar 3,4 juta pengguna aktif harian berdasarkan metodologinya.

Repositori GitHub Solana yang asli sudah diarsipkan, sementara Agave kini menjadi jalur klien yang dipelihara.

Namun, pasar justru mengajukan pertanyaan yang berbeda. SOL berada di sekitar $121, dengan grafik pada skenario ini menekan puncak tertinggi 24 jam di $122,94 setelah naik dari kisaran pertengahan $100-an. CoinGecko menunjukkan sekitar $3,54B volume spot 24 jam.

Jadi trade utamanya bukan “chain yang cepat = token lebih tinggi.” Intinya apakah finality yang lebih cepat, eksekusi yang lebih murah, dan aktivitas yang berkelanjutan akan berujung pada likuiditas yang lebih dalam serta permintaan berulang untuk SOL.

Saya akan memperhatikan $122,94, volume spot, dan apakah aktivitas/fee bertahan saat Alpenglow mendekat. Jika penggunaan meningkat tanpa konfirmasi harga, celah tersebut menjadi sinyal yang paling menarik.

#solana