Jika Anda benar-benar ingin menjadikan trading sebagai penghasilan, saya sarankan Anda menjawab dengan serius sepuluh pertanyaan di bawah ini.
Pertama:
Berapa sebenarnya uang yang ingin saya hasilkan?
Kedua:
Apakah modal saya mampu mendukung target ini?
Ketiga:
Seberapa besar penarikan maksimum (max drawdown) yang dapat saya tanggung?
Keempat:
Jika saya mengalami rugi sepuluh kali berturut-turut, apakah sistem akan berubah?
Kelima:
Saya lebih suka sensasi trading jangka pendek, ataukah saya memilih akumulasi (compounding) jangka panjang?
Keenam:
Berapa lama waktu yang bersedia saya luangkan untuk trading setiap hari?
Ketujuh:
Saya sebenarnya lebih mahir pada tren, range/sideways, atau strategi berbasis peristiwa (event-driven)?
Kedelapan:
Saat saya rugi, apakah saya akan tetap tenang untuk menganalisis, atau malah terburu-buru untuk mengejar balik?
Kesembilan:
Ketika orang lain sedang menghasilkan uang, apakah saya bisa menahan diri untuk tidak ikut mengejar?
Kesepuluh:
Jika dalam enam bulan ke depan saya belum menghasilkan uang, apakah saya masih bisa terus menjalankan sistem sesuai aturan?
Jika Anda tidak bisa menjawab kesepuluh pertanyaan ini.
Maka yang Anda butuhkan mungkin bukan indikator yang lebih “gila” lagi.
Melainkan:
Anda belum cukup mengenal diri sendiri.