🚨 Ini tidak normal.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun baru saja menyentuh 5,52%, tertinggi sejak 2004.

Dan kondisinya terus memburuk setiap hari.

Kementerian Keuangan telah memperbesar skala repo obligasi jangka panjang tiga kali menjadi 6 miliar dolar, tetapi imbal hasil justru masih naik.

Masalahnya sederhana: siapa yang akan membeli gelombang berikutnya dari utang AS?

Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang sudah melewati 3%, dan investor Jepang tahun ini telah menjual sekitar 3 triliun yen obligasi luar negeri.

China juga sedang mengurangi kepemilikan; kepemilikan surat utang AS turun dari sekitar 696 miliar menjadi 618 miliar dalam setahun.

Dana lindung nilai (hedge fund) sedang menjadi pembeli yang semakin penting, tetapi logika mereka berbeda dari bank sentral.

Bank sentral membeli surat utang AS karena membutuhkan cadangan; hedge fund membeli karena transaksi ini menguntungkan.

Jika transaksi itu tidak lagi menguntungkan, mereka akan pergi.

Ini berarti pembeli marjinal semakin sensitif terhadap harga.

Jika imbal hasil tenor 30 tahun terus naik, dampaknya tidak akan berhenti di pasar obligasi saja.

Saham, properti, #BTC—semua aset harus dinilai ulang.