$AAVE Hari ini saya akan membawa Anda semua bagaimana menggunakan sentimen pasar untuk menentukan sinyal bahwa harga sudah berada di titik terbawah. Ini adalah rangkuman yang sangat bernilai dan berisi konten inti, cocok untuk disimpan jangka panjang, karena di tempat lain Anda mungkin tidak akan menemukan hal seperti ini. Target area Aave adalah di atas 200—ini merupakan sesuatu yang sudah direkap sejak lama. Pada paruh pertama tahun ini, Aave terus-menerus mengeluarkan kabar buruk: misalnya peretasan yang mencuri token di rantai (hack), penjualan panik, sampai sempat membuat banyak orang tidak berani menyentuh koin yang dijadikan jaminan tersebut. Di tengah latar belakang seperti itu, kami justru berhasil membeli posisi dengan harga murah (low-cost). Faktanya, ZEC juga sama: sentimen “titik terbawah”-nya adalah adanya celah tak terbatasnya penerbitan (infinite minting). Pada hari itu, ZEC langsung turun ke 250. Inilah kripto: setelah kabar buruk habis (good/bad news is exhausted), berikutnya biasanya kabar baik. Kami membagikan jenis informasi seperti ini supaya Anda bisa melakukan trading dengan lebih baik. Termasuk HYPE juga sama—HYPE jatuh ke 20 karena salah satu pendirinya berencana membeli Ferrari, lalu melakukan banyak penjualan dari HYPE yang dimilikinya, sehingga memicu kepanikan di pasar. Namun sebenarnya, setelah penyerapan (penerimaan) tekanan jual itu, pasar kemudian berbalik menjadi bullish (menguat). Di dunia kripto tidak ada hal yang benar-benar baru. Sinyal-sinyal kabar buruk yang dianggap “istimewa” ini juga sering kali merupakan sinyal bahwa harga sudah mencapai titik terbawah. Pasar selalu memanfaatkan emosi panik untuk mengatur posisi (操盘). Yang bisa kita lakukan adalah memanfaatkan kepanikan untuk menyusun strategi dan mengumpulkan koin di dasar (bottom), dan jika Anda bisa melakukan itu, selamat—Anda akan resmi masuk ke jajaran trader yang benar-benar menghasilkan profit, tidak lagi mengejar (FOMO) dan menjual panik secara membabi-buta.
