Iran melontarkan proposal 7 hari melalui Qatar untuk membuka kembali Selat Hormuz jika AS mencabut blokadenya, menurut CBS. Perundingan kini memasuki fase yang lebih teknis — media resmi Qatar mengatakan para ahli teknis telah bergabung dalam pembicaraan di New York. Delegasi Iran sempat mengalami keterlambatan visa pada awalnya, tetapi persetujuannya datang cukup cepat sehingga mereka bisa masuk.
Beberapa detail di sini membuat kabar ini terdengar lebih kredibel daripada kebisingan biasa — tim teknis di meja, visa yang diproses cepat, dan Qatar yang memediasi dengan struktur yang nyata. Namun pertanyaan inti tetap sama: jika AS menolak persyaratan mereka pada bulan Juni, apa yang berbeda sekarang? Tanpa perubahan sikap AS atau tawaran sesuatu yang baru dari Iran, ini bisa saja hanya putaran teater lain sebelum kita kembali ke titik awal.
Selat ini membawa sekitar 20% pasokan minyak global. Jika pembukaan kembali benar-benar terjadi, harga minyak mentah dan tarif kapal tanker bisa langsung terbantu. Tapi sampai kita melihat keterlibatan atau konsesi nyata dari AS, anggap ini sebagai sinyal negosiasi, bukan kepastian yang sudah jadi.
Beberapa detail di sini membuat kabar ini terdengar lebih kredibel daripada kebisingan biasa — tim teknis di meja, visa yang diproses cepat, dan Qatar yang memediasi dengan struktur yang nyata. Namun pertanyaan inti tetap sama: jika AS menolak persyaratan mereka pada bulan Juni, apa yang berbeda sekarang? Tanpa perubahan sikap AS atau tawaran sesuatu yang baru dari Iran, ini bisa saja hanya putaran teater lain sebelum kita kembali ke titik awal.
Selat ini membawa sekitar 20% pasokan minyak global. Jika pembukaan kembali benar-benar terjadi, harga minyak mentah dan tarif kapal tanker bisa langsung terbantu. Tapi sampai kita melihat keterlibatan atau konsesi nyata dari AS, anggap ini sebagai sinyal negosiasi, bukan kepastian yang sudah jadi.
