KELPDAO MENUNTUT LAYERZERO: $292M rsETH HACK BERUJUNG KE PENGADILAN

Eksploit DeFi terbesar tahun 2026 kini menjadi gugatan DeFi terbesar tahun 2026.

APA YANG TERJADI: Pada 24 September 2026, KelpDAO mengajukan gugatan perdata di British Columbia, Kanada, terhadap LayerZero Labs dan CEO-nya, Bryan Pellegrino, yang disebut secara pribadi. KelpDAO mengajukan melalui badan hukumnya, Evercrest Technologies Inc.

Kasus ini berkaitan dengan exploit 18 April yang menguras 116.500 $rsETH, senilai sekitar $292M pada saat itu. Serangan tersebut dikaitkan dengan Lazarus Group dari Korea Utara.

DUGAAN KELPDAO:
🔹 LayerZero gagal mengungkapkan risiko pada teknologinya sendiri
🔹 LayerZero gagal menghentikan penyerang agar tidak menyusup ke infrastruktur keamanannya
🔹 LayerZero "meninjau dan mengesahkan, secara tertulis" pengaturan bridge milik Kelp
🔹 Kelp mengatakan pihaknya menginginkan "kesempatan sidang" di pengadilan, jadi tidak diharapkan penyelesaian cepat

DALIH LAYERZERO:
❌ Pellegrino menyebut klaim itu "tanpa dasar" dan mengatakan ia akan melawannya di Vancouver
❌ LayerZero menyalahkan pengaturan single-verifier milik Kelp (1-of-1 DVN)

Sekitar 47% dari kira-kira 2.665 aplikasi LayerZero menjalankan pengaturan 1-of-1 yang sama pada saat peretasan. Jika hampir setengah ekosistem menggunakannya, ini kesalahan satu tim atau kelemahan yang meluas di industri?

LayerZero hanya melarang pengaturan 1-of-1 setelah peretasan. Kelp sejak itu memindahkan rsETH ke Chainlink CCIP.

Kasus ini berpotensi menjadi tolok ukur hukum pertama mengenai siapa yang bertanggung jawab ketika infrastruktur DeFi gagal.

Selalu periksa berapa banyak verifier yang mengamankan bridge yang Anda gunakan. Satu pos pemeriksaan yang lemah bisa menelan jutaan.

Gugat lengkap: https://drive.google.com/file/d/1fVSd7z0fF48bOiRB3EpmmVYi4omNY3iI/view

Siapa yang benar: Kelp atau LayerZero? 👇