Saat order book turun pada $BTC hingga sekitar 8,3 miliar dolar, terlihat adu arus likuiditas yang sangat sengit. Pasar derivatif mengalami satu putaran pelepasan leverage yang brutal dari pihak long; nilai kliring harian menembus lebih dari 600 juta dolar, sementara sisi spot justru menampilkan gambaran yang sama sekali berbeda. ETF spot AS mencatat arus masuk bersih untuk hari perdagangan ke-6 berturut-turut, dengan arus masuk harian sebesar 191 juta dolar. Dari jumlah itu, iShares IBIT milik BlackRock menyumbang 163 juta dolar.

Ketidaksesuaian ini mengungkap perpecahan mendasar dalam karakter arus dana. Kepanikan di pasar kontrak terutama dipicu oleh tekanan makro ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun menembus 5,1%; kenaikan imbal hasil di tenor panjang mendorong biaya pendanaan di seluruh pasar, sehingga dana berbasis leverage jangka pendek terpaksa keluar (clear). Di saat yang sama, dana spot tipe alokasi jangka menengah hingga panjang masih terus menyerap di level rendah; total arus masuk bersih sudah mencapai 57,4 miliar dolar, dan di bawahnya masih ada pembelian nyata yang menopang.

Kini, inti pertarungan ada pada apakah kecepatan akumulasi oleh institusi di luar bursa (off-exchange) mampu menahan tekanan jual akibat pengetatan likuiditas makro. Jika ETF spot terus menarik dana dan mendorong harga kembali menembus kisaran 84.000 hingga 85.000 dolar, koreksi ini lebih cenderung menjadi proses penyerapan leverage dan pembubaran posisi profit (take profit). Namun jika imbal hasil tenor panjang terus tinggi hingga membuat arus beli ETF berbalik menjadi negatif dan menembus batas pertahanan 83.000 dolar, perlu diwaspadai tanda-tanda melemahnya kemampuan penyerapan di sisi spot.