Kasus peretasan terbesar tahun ini senilai 350 juta dolar AS—kali ini peretas tidak menyentuh kunci privat. Inilah yang paling membuat merinding.
Tadi malam, salah satu bursa besar mengalami masalah pada hot wallet-nya: sekitar 351,6 juta dolar AS dicuri. Langsung menjadi salah satu kasus pencurian aset kripto terbesar pada tahun 2026.
Mata uang yang dicuri ada 9 jenis. Terbanyak adalah XRP sebanyak 102,93 juta unit senilai sekitar 157 juta dolar AS. Lalu ETH sebanyak 31.890 unit. Ada juga 34,75 juta USDT dan 21,05 juta USDC.
Yang benar-benar membuat punggung merinding adalah modus operasinya. Pihak platform menyatakan kunci privat tidak bocor. Hacker justru membobol sistem server inti layanan wallet, lalu memalsukan informasi transfer. Artinya, kunci yang menurutmu paling aman ternyata tidak tersentuh—uangnya justru dipindahkan oleh sistem itu sendiri.
Aksi hacker juga sangat lihai. Hasil rampasan di jaringan berbasis EVM hampir seluruhnya langsung ditukar menjadi ETH. Sekarang mereka memegang sekitar 68.000 token ETH senilai lebih dari 180 juta dolar AS. Pelacakan di rantai menunjukkan dana ini berkaitan dengan kasus pencurian lain pada bulan Juli senilai 24 juta dolar AS. Banyak orang menduga ini juga dilakukan oleh kelompok peretas Korea Utara.
Untungnya, cold wallet tidak mengalami masalah. Platform mengatakan dana cadangan bisa menutup kerugian. Namun untuk kita sebagai pengguna biasa, pelajarannya sebenarnya ada tiga:
Pertama, saat memilih platform, cek apakah ada bukti cadangan. Apakah benar-benar ada dana proteksi/penjaminan untuk melindungi pengguna dengan aset nyata.
Kedua, fitur 2FA dan whitelist penarikan wajib dinyalakan semua. Jangan merasa ribet.
Ketiga, simpan koin yang jarang dipakai dalam cold wallet milik sendiri. Di bursa, hanya taruh bagian yang memang ingin diperdagangkan.
Selain itu, pantau dampak ke pasar. Hacker masih memegang lebih dari 100 juta XRP dan 68.000 ETH. Koin-koin ini suatu hari nanti akan dibersihkan/di-distribusikan lagi. Untuk jangka pendek, tekanan jual terhadap kedua koin ini masih menggantung.
Tadi malam, salah satu bursa besar mengalami masalah pada hot wallet-nya: sekitar 351,6 juta dolar AS dicuri. Langsung menjadi salah satu kasus pencurian aset kripto terbesar pada tahun 2026.
Mata uang yang dicuri ada 9 jenis. Terbanyak adalah XRP sebanyak 102,93 juta unit senilai sekitar 157 juta dolar AS. Lalu ETH sebanyak 31.890 unit. Ada juga 34,75 juta USDT dan 21,05 juta USDC.
Yang benar-benar membuat punggung merinding adalah modus operasinya. Pihak platform menyatakan kunci privat tidak bocor. Hacker justru membobol sistem server inti layanan wallet, lalu memalsukan informasi transfer. Artinya, kunci yang menurutmu paling aman ternyata tidak tersentuh—uangnya justru dipindahkan oleh sistem itu sendiri.
Aksi hacker juga sangat lihai. Hasil rampasan di jaringan berbasis EVM hampir seluruhnya langsung ditukar menjadi ETH. Sekarang mereka memegang sekitar 68.000 token ETH senilai lebih dari 180 juta dolar AS. Pelacakan di rantai menunjukkan dana ini berkaitan dengan kasus pencurian lain pada bulan Juli senilai 24 juta dolar AS. Banyak orang menduga ini juga dilakukan oleh kelompok peretas Korea Utara.
Untungnya, cold wallet tidak mengalami masalah. Platform mengatakan dana cadangan bisa menutup kerugian. Namun untuk kita sebagai pengguna biasa, pelajarannya sebenarnya ada tiga:
Pertama, saat memilih platform, cek apakah ada bukti cadangan. Apakah benar-benar ada dana proteksi/penjaminan untuk melindungi pengguna dengan aset nyata.
Kedua, fitur 2FA dan whitelist penarikan wajib dinyalakan semua. Jangan merasa ribet.
Ketiga, simpan koin yang jarang dipakai dalam cold wallet milik sendiri. Di bursa, hanya taruh bagian yang memang ingin diperdagangkan.
Selain itu, pantau dampak ke pasar. Hacker masih memegang lebih dari 100 juta XRP dan 68.000 ETH. Koin-koin ini suatu hari nanti akan dibersihkan/di-distribusikan lagi. Untuk jangka pendek, tekanan jual terhadap kedua koin ini masih menggantung.
