🚨 IBM Baru Saja Menghubungkan Perbankan Tradisional ke Blockchain SWIFT
IBM telah menghubungkan platform Digital Asset Haven-nya ke shared ledger berbasis blockchain milik SWIFT, memberi institusi keuangan cara baru untuk menangani transaksi deposit yang ditokenisasi.
Integrasi ini menggunakan ISO 20022, standar pesan yang sama yang sudah digunakan bank, sehingga institusi dapat menginstruksikan transaksi blockchain tanpa harus sepenuhnya membangun ulang sistem pembayaran yang sudah ada.
Dan skalanya serius.
SWIFT menghubungkan lebih dari 12.500 institusi keuangan di lebih dari 200 pasar. Tujuh belas bank sudah berpartisipasi dalam pilot perdana untuk deposit yang ditokenisasi, termasuk Citi, HSBC, UBS, Wells Fargo, dan institusi besar lainnya.
Ledger ini dirancang agar institusi yang berpartisipasi dapat memindahkan aset digital 24/7, sementara penyelesaian akhir tetap bisa dilakukan melalui infrastruktur keuangan yang sudah ada.
Pendekatan hibrida itu bisa menjadi kuncinya.
Bank tidak harus meninggalkan sistem yang sudah mereka bangun selama puluhan tahun hanya untuk mulai menggunakan blockchain. Mereka bisa melapiskan aset bertoken di atas standar pembayaran dan proses kepatuhan yang sudah dikenal.
Dampak pasarnya lebih besar daripada IBM sendiri.
Jika jaringan SWIFT menjadi jembatan utama antara perbankan tradisional dan deposit yang ditokenisasi, blockchain berpotensi mulai menangani porsi yang jauh lebih besar dari pergerakan uang institusional tanpa bank perlu menjadi perusahaan yang kripto-native.
Inti yang lebih besar: Wall Street tidak harus “masuk kripto” — blockchain sedang dipasang langsung ke infrastruktur keuangan yang sudah digunakan Wall Street. 👀
Dan itu memunculkan pertanyaan serius: Apakah deposit yang ditokenisasi akan menjadi peningkatan besar berikutnya untuk perbankan global?
IBM telah menghubungkan platform Digital Asset Haven-nya ke shared ledger berbasis blockchain milik SWIFT, memberi institusi keuangan cara baru untuk menangani transaksi deposit yang ditokenisasi.
Integrasi ini menggunakan ISO 20022, standar pesan yang sama yang sudah digunakan bank, sehingga institusi dapat menginstruksikan transaksi blockchain tanpa harus sepenuhnya membangun ulang sistem pembayaran yang sudah ada.
Dan skalanya serius.
SWIFT menghubungkan lebih dari 12.500 institusi keuangan di lebih dari 200 pasar. Tujuh belas bank sudah berpartisipasi dalam pilot perdana untuk deposit yang ditokenisasi, termasuk Citi, HSBC, UBS, Wells Fargo, dan institusi besar lainnya.
Ledger ini dirancang agar institusi yang berpartisipasi dapat memindahkan aset digital 24/7, sementara penyelesaian akhir tetap bisa dilakukan melalui infrastruktur keuangan yang sudah ada.
Pendekatan hibrida itu bisa menjadi kuncinya.
Bank tidak harus meninggalkan sistem yang sudah mereka bangun selama puluhan tahun hanya untuk mulai menggunakan blockchain. Mereka bisa melapiskan aset bertoken di atas standar pembayaran dan proses kepatuhan yang sudah dikenal.
Dampak pasarnya lebih besar daripada IBM sendiri.
Jika jaringan SWIFT menjadi jembatan utama antara perbankan tradisional dan deposit yang ditokenisasi, blockchain berpotensi mulai menangani porsi yang jauh lebih besar dari pergerakan uang institusional tanpa bank perlu menjadi perusahaan yang kripto-native.
Inti yang lebih besar: Wall Street tidak harus “masuk kripto” — blockchain sedang dipasang langsung ke infrastruktur keuangan yang sudah digunakan Wall Street. 👀
Dan itu memunculkan pertanyaan serius: Apakah deposit yang ditokenisasi akan menjadi peningkatan besar berikutnya untuk perbankan global?