Menyamar sebagai petugas layanan pelanggan menelepon selama dua puluh bulan, dan sebagai gantinya mendapatkan hukuman penjara selama dua belas tahun.

Seorang pria berusia 23 tahun dari Brooklyn dijatuhi hukuman maksimum 12 tahun penjara. Antara April 2023 hingga Desember 2024, ia menyamar sebagai layanan pelanggan bursa dengan dalih akun para korban menghadapi risiko, sehingga sekitar seratus pengguna memindahkan aset ke dompet yang ia kendalikan. Nilai kasusnya mendekati 16 juta dolar AS. Rentang waktu kejahatan hampir dua tahun, sementara para korban tersebar di beberapa negara bagian.

Vonis dijatuhkan pada 23 September. Sebelumnya, ia telah mengaku bersalah atas 31 dakwaan yang mencakup pencurian besar dan pencucian uang. Jaksa menambahkan bahwa ia juga pernah memamerkan aksi tersebut secara online dengan menggunakan nama samaran. Tiga puluh satu dakwaan tersebut menunjukkan bahwa ini bukan tindakan sekali jalan, melainkan rangkaian pekerjaan terorganisir yang berjalan berulang.

Struktur kasus seperti ini patut diperhatikan. Serangan tidak bergantung pada celah (vulnerability), melainkan pada peniruan otoritas dan rasa takut korban akan kerugian; para korban menyelesaikan transfer dalam hitungan menit, dan setelahnya hampir tidak ada jalur untuk mendapatkan pemulihan. Setelah transaksi di-chain, kemungkinan untuk dibatalkan hampir nol.

Bagi platform, intervensi yang bisa dilakukan terbatas, tetapi jelas: petugas layanan pelanggan tidak akan meminta frasa sandi (seed/mnemonic) dan tidak akan meminta transfer. Poin ini perlu ditegaskan berulang kali, karena setiap keberhasilan social engineering akan membuat putaran peniruan berikutnya menjadi lebih akurat.

Panggilan telepon yang menyamar sebagai layanan pelanggan lebih hemat biaya daripada celah apa pun.

#安全 #执法