📰 Deribit pada Jumat akan berakhirnya opsi Bitcoin senilai 1,6 miliar dolar, mengapa pasar tiba-tiba jadi tegang?

Platform Deribit pada Jumat akan mengalami jatuh tempo opsi Bitcoin hingga 1,6 miliar dolar. Penutupan kontrak opsi dalam jumlah sangat besar ini berpotensi memicu volatilitas pasar, terutama mengingat harga BTC dan ETH saat ini sama-sama berada di titik terendah dalam waktu dekat. Bagi trader kripto, ini bukan sekadar permainan angka—melainkan ujian sentimen pasar dan arus dana.

Mengapa kabar ini penting?
Gelombang jatuh tempo kali ini bukan tanpa alasan. Deribit, sebagai salah satu tempat perdagangan opsi terbesar di pasar kripto, memiliki nilai kontrak 1,6 miliar dolar yang setara dengan 10 kali volume perdagangan harian salah satu bursa utama dalam periode baru-baru ini. Yang lebih penting, saat ini pasar sedang berada dalam fase "deleveraging"—jumlah open interest futures dan opsi turun selama empat minggu berturut-turut, sementara Bitcoin sendiri juga terus melemah hingga minggu kelima berturut-turut. Dalam konteks seperti ini, penutupan posisi opsi skala besar dapat membentuk "efek umpan balik negatif": jika pihak yang bearish melakukan penutupan posisi secara terkonsentrasi dan memperoleh keuntungan, harga bisa semakin tertekan; sebaliknya juga bisa terjadi.

Dampak terhadap peta pasar patut diwaspadai. Berdasarkan data The Block, porsi opsi Bitcoin yang bullish saat ini mencapai 68%, yang berarti sebagian besar posisi berpotensi cenderung melakukan penutupan dari sisi long. Begitu order stop-loss dari pihak long muncul secara beruntun, area support di sekitar $84,349 akan langsung mendapat tekanan. Namun, contoh historis menunjukkan bahwa pada Mei 2024 ketika opsi BitMEX jatuh tempo (skala sekitar 500 juta dolar), BTC justru ditutup menguat 2%, sehingga hubungan seperti itu tidak bersifat mutlak.

Dampak terhadap pasar
Dalam jangka pendek, sebelum jatuh tempo Jumat, sentimen pasar kemungkinan akan menjadi lebih hati-hati. Trader akan melakukan hedging lebih awal untuk mengantisipasi risiko, sehingga harga BTC dapat mengalami gap down saat Kamis atau pembukaan rendah pada Senin pekan depan. Tetapi dampak yang lebih dalam adalah perubahan sikap regulator. Jika langkah pengawasan CFTC terhadap opsi berfrekuensi tinggi mulai berlaku minggu ini (kabar pasar), maka platform over-the-counter seperti Deribit dapat menghadapi tekanan untuk "mengurangi posisi secara sukarela"; volume kontrak 1,6 miliar dolar berpotensi diserap lebih awal, bahkan sekitar sebulan sebelum jatuh tempo.

Contoh referensi historis: pada Februari 2019, ketika opsi Bitfinex jatuh tempo, karena rumor pasar yang berujung masalah, harga ETH anjlok 18%. Namun, lingkungan regulasi saat ini (misalnya bagian spesifik kripto dalam regulasi sekuritas AS) jauh lebih ketat dibanding saat itu, sehingga risiko ekstrem sebagian telah diimbangi. Yang juga lebih patut diperhatikan adalah bahwa open interest untuk opsi put yang belum ditutup ( $6,3B ) adalah 1,8 kali lipat dari opsi call, yang menunjukkan sentimen pesimistis telah terkumpul sampai taraf tertentu.

Gagasan untuk bertindak
💡 Perkiraan saat ini: kemungkinan besar harga akan tetap berosilasi dalam rentang dalam waktu dekat, tetapi jika pada Jumat muncul penurunan beruntun yang memicu limit turun (tembus $84,349.35), maka pandangan yang relatif stabil ini akan gagal. Artinya, bila lonjakan penutupan posisi ekstrem memicu aksi jual panik, sebaiknya tetap menunggu (menahan diri) tanpa bertindak terburu-buru. Rentang level harga yang layak dipantau adalah $84,349.35–$85,000; area ini sekaligus menekan dari sisi posisi yang terjebak di atas dan menjadi penopang dari sisi profit taking di bawah.

Artikel ini tidak disponsori pihak mana pun, dan penulis tidak memiliki aset yang disebutkan dalam artikel.

⚠️ Bukan merupakan nasihat investasi, prediksi hanya untuk referensi

#ETH📉24h-2.99%

#BTC $BTC