Kurs poundsterling terhadap dolar AS baru-baru ini turun ke level terendah dalam 12 minggu terakhir, yakni 1,3260, dengan penurunan harian mencapai 0,6%. Pemicu utama dari pergerakan ini adalah semakin jelasnya perbedaan kebijakan antara Federal Reserve (The Fed) dan bank sentral Inggris: pekan lalu, The Fed mengumumkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin, sekaligus mengisyaratkan bahwa setidaknya masih ada satu kali lagi kenaikan suku bunga pada tahun ini; sementara itu, Bank of England memilih untuk tidak mengubah kebijakan dan tidak memberikan sinyal pengetatan lanjutan yang tegas. Ditambah lagi, kinerja indeks manajer pembelian (PMI) terbaru Inggris yang berada di bawah ekspektasi langsung memberi tekanan penurunan yang cukup besar pada pound.

Langkah kedua bank sentral yang tidak seirama membuat dana di pasar valuta asing mulai melakukan penataan ulang. Pasar sebelumnya memperkirakan Bank of England perlu merespons inflasi dengan lebih agresif, namun dalam kenyataannya melemahnya data ekonomi Inggris memaksa otoritas pengambil keputusan untuk melambat. Di saat yang sama, sikap The Fed yang cenderung hawkish membuat indeks dolar AS terus memperoleh dukungan, sehingga keunggulan selisih suku bunga kembali mengalihkan aliran dana ke dolar, yang memperberat kondisi tertekan bagi mata uang non-dolar.

Dalam pasar valuta asing dan aset keuangan tradisional, penguatan dolar AS tidak hanya menekan poundsterling dan euro sebagai mata uang utama, tetapi juga memberikan tekanan penilaian (valuation) secara bertahap terhadap emas serta komoditas. Ketika pendapatan obligasi pemerintah AS yang tinggi dan dolar yang kuat menjadi pertimbangan, dana global cenderung beralih kembali ke aset dolar untuk mencari kepastian. Hal ini membuat kondisi likuiditas keseluruhan untuk aset berisiko terlihat relatif mengetat.

Bagi pasar kripto, menguatnya likuiditas dolar AS biasanya akan mempersempit ruang kenaikan (premium) aset berisiko. Dengan demikian, $BTC dan mata uang kripto utama dalam jangka pendek kemungkinan masih akan mempertahankan pola pertempuran (konsolidasi) yang berfluktuasi. Saat ini, dana belum menunjukkan tren searah yang jelas; sentimen pelaku pasar cenderung hati-hati. Pihak-pihak yang berkepentingan terus memantau apakah selisih kebijakan kedua bank sentral akan makin melebar, serta kapan likuiditas makro akan benar-benar mengalami titik balik (turning point).👀

#GBPUSD #FederalReserve #MacroEconomy