Banyak orang akan bertanya: biaya transaksinya dipotong dari modal, atau dipotong dari profit setelah kamu meraih keuntungan?
Sebenarnya kedua penjelasan itu tidak sepenuhnya akurat. Cara yang lebih sederhana untuk memahaminya adalah: selama transaksi berhasil (ter-eksekusi), biaya transaksi akan muncul secara terpisah, dan akhirnya tercermin di saldo akunmu.
Misalnya kamu melakukan transaksi dengan 1000 U, biaya transaksinya adalah 1 U. 1 U ini tidak baru dipotong setelah kamu mendapatkan keuntungan, melainkan sudah muncul saat transaksi terjadi.
Jika pada akhirnya transaksi ini menghasilkan untung 100 U, maka keuntungan sebenarnya harus dikurangi lagi biaya transaksinya. Jika transaksi ini rugi 100 U, biaya transaksinya tetap ada.
Jadi: saat untung, komisi akan mengurangi profit; saat rugi, komisi akan menambah besar kerugian.
Kontrak juga sama. Misalnya kamu menggunakan margin 1000U, lalu membuka posisi senilai 10.000U. Asumsikan biaya buka adalah 5U, dan biaya tutup juga 5U. Maka dalam satu putaran transaksi lengkap, total biayanya adalah 10U.
Jika transaksi ini menghasilkan untung 100U: 100 - 10 = 90U. Jika rugi 100U: pengurangan yang terjadi kira-kira adalah 100U rugi + 10U biaya komisi. Jadi komisi tersebut bukan “hanya dipotong dari keuntungan”.
Ada satu hal yang mudah keliru: biasanya komisi dihitung berdasarkan nilai transaksi yang benar-benar terjadi, bukan sekadar melihat berapa banyak modal yang kamu punya. Misalnya modal hanya 1000U, tetapi lewat leverage membuat posisi senilai 10.000U, maka komisi yang dilihat terutama adalah skala transaksi yang benar-benar terjadi.
Itulah mengapa ada sebagian orang yang modalnya tidak besar, tetapi karena transaksi sangat sering, pada akhirnya biaya komisinya tetap tidak rendah.
Terakhir, ingat satu kalimat ini saja: komisi adalah biaya transaksi yang berdiri sendiri. Bukan dipotong khusus dari modal, dan bukan dipotong khusus dari profit. Komisi muncul setiap kali ada transaksi, dan pada akhirnya memengaruhi total keuntungan bersih yang benar-benar kamu terima.
Jadi yang benar-benar perlu dilihat bukan hanya “berapa untung dari satu transaksi ini”, melainkan: setelah dikurangi komisi, biaya pendanaan, dan slippage, berapa yang tersisa pada akhirnya.