Beberapa waktu lalu, seorang kakak di grup bercerita soal sesuatu. Dia punya teman dekat—dulu di Guangzhou bekerja sebagai MC pernikahan. Saat musim ramai, satu acara menyusul yang lain, suaranya jadi serak. Mau seserak apa pun, dia tetap naik panggung sambil menahan dengan permen pelega tenggorokan.
Sudah bertahun-tahun dia kumpulkan, kira-kira ada sekitar 300 ribu yuan di tangan. Tadinya dia berniat bekerja lagi dua tahun untuk mengumpulkan uang muka rumah tua yang kondisinya tidak bagus.
Tapi pada tahun itu, saat dia ikut kerja dengan sistem kontrak, awalnya dia cuma pegang 20 ribu untuk coba-coba. Setelah merasakan manisnya, nalurinya makin berani. Dia langsung memindahkan seluruh uang itu masuk. Di tengah jalan, beberapa kali hampir dua kali lipat. Tapi dia tidak pergi, katanya tunggu dulu. Akhirnya datang satu candle bearish besar—margin/uang jaminan ludes begitu saja, kartu kredit malah sampai minus beberapa puluh ribu. Selama setengah tahun, dia menyembunyikan aplikasi trading di layar terakhir ponsel. Setiap lihat ikon grafik harga yang berwarna merah, jantungnya langsung terasa tegang.
Kesempatan berbalik itu kalau diceritakan sama sekali tidak terasa keren. Suatu hari dia sedang makan semangkuk mi di warung kecil. Tiba-tiba dia sadar, lalu memutuskan untuk “mengaku kalah”. Kalau memang tidak bisa ya tidak bisa. Dia kemudian cari lagi tim MC untuk dapat pekerjaan. Siang hari dia keliling tampil, malam hari pulang dan latihan hanya dengan posisi kecil, cuma beberapa ratus dolar saja. Leverage dipotong habis—dipangkas “sekali tebas”. Dia juga menyalin beberapa aturan dan menempelkannya di kulkas di rumah sewaan: misalnya tidak mengejar harga saat naik (no chasing), tidak menambah posisi untuk menutup kerugian (no补亏损单), dan seminggu hanya melakukan dua atau tiga kali transaksi. Kadang bisa tambah sampai puluhan ribu masuk akun, lebih sering hanya untung sedikit lalu balik lagi rugi sedikit—geraknya kecil, tidak heboh.
Sudah menghabiskan kira-kira setahun lebih. Utangnya beberapa puluh ribu akhirnya lunas. Uang yang sempat rugi juga memang merangkak kembali sedikit. Tapi masih jauh dari puncak tertinggi yang dulu. Namun dia bilang, dibanding dulu, sekarang malam bisa tidur nyenyak. Ya begitulah: hidup terus, jalani pelan-pelan. Dibanding bermimpi ingin menang telak sekali jalan untuk menebus semuanya, itu jauh lebih tenang.
Di sekitar kalian, ada nggak orang yang seperti itu—yang setelah jatuh ke titik terendah merangkak bangkit, maju terus tanpa banyak suara, langkah demi langkah?
#币圈故事 #风险
Sudah bertahun-tahun dia kumpulkan, kira-kira ada sekitar 300 ribu yuan di tangan. Tadinya dia berniat bekerja lagi dua tahun untuk mengumpulkan uang muka rumah tua yang kondisinya tidak bagus.
Tapi pada tahun itu, saat dia ikut kerja dengan sistem kontrak, awalnya dia cuma pegang 20 ribu untuk coba-coba. Setelah merasakan manisnya, nalurinya makin berani. Dia langsung memindahkan seluruh uang itu masuk. Di tengah jalan, beberapa kali hampir dua kali lipat. Tapi dia tidak pergi, katanya tunggu dulu. Akhirnya datang satu candle bearish besar—margin/uang jaminan ludes begitu saja, kartu kredit malah sampai minus beberapa puluh ribu. Selama setengah tahun, dia menyembunyikan aplikasi trading di layar terakhir ponsel. Setiap lihat ikon grafik harga yang berwarna merah, jantungnya langsung terasa tegang.
Kesempatan berbalik itu kalau diceritakan sama sekali tidak terasa keren. Suatu hari dia sedang makan semangkuk mi di warung kecil. Tiba-tiba dia sadar, lalu memutuskan untuk “mengaku kalah”. Kalau memang tidak bisa ya tidak bisa. Dia kemudian cari lagi tim MC untuk dapat pekerjaan. Siang hari dia keliling tampil, malam hari pulang dan latihan hanya dengan posisi kecil, cuma beberapa ratus dolar saja. Leverage dipotong habis—dipangkas “sekali tebas”. Dia juga menyalin beberapa aturan dan menempelkannya di kulkas di rumah sewaan: misalnya tidak mengejar harga saat naik (no chasing), tidak menambah posisi untuk menutup kerugian (no补亏损单), dan seminggu hanya melakukan dua atau tiga kali transaksi. Kadang bisa tambah sampai puluhan ribu masuk akun, lebih sering hanya untung sedikit lalu balik lagi rugi sedikit—geraknya kecil, tidak heboh.
Sudah menghabiskan kira-kira setahun lebih. Utangnya beberapa puluh ribu akhirnya lunas. Uang yang sempat rugi juga memang merangkak kembali sedikit. Tapi masih jauh dari puncak tertinggi yang dulu. Namun dia bilang, dibanding dulu, sekarang malam bisa tidur nyenyak. Ya begitulah: hidup terus, jalani pelan-pelan. Dibanding bermimpi ingin menang telak sekali jalan untuk menebus semuanya, itu jauh lebih tenang.
Di sekitar kalian, ada nggak orang yang seperti itu—yang setelah jatuh ke titik terendah merangkak bangkit, maju terus tanpa banyak suara, langkah demi langkah?
#币圈故事 #风险