Di bawah tingkat pendanaan (funding rate) yang tinggi, bagaimana trader harus menanggapi agar tidak “terkikis”?
Hari ini saya berbincang dengan seorang teman mengenai tren pasar minyak. Umumnya, semua orang masih berpendapat bahwa logika untuk melakukan short pada arah besar tetap berlaku. Siklus kenaikan suku bunga dari The Fed kemungkinan sudah mendekati puncaknya, dan proses penyerapan terhadap suku bunga tinggi secara bertahap membuat harga minyak kembali lebih rasional. Ke depannya, fokus utama terutama pada situasi di Timur Tengah dan tingkat keterbukaan pelayaran di Selat Hormuz. Jika risiko geopolitik mereda dan arus pengiriman kembali pulih secara bertahap, maka penurunan harga minyak mendekati $75 masih memiliki dukungan fundamental.
Arah sudah benar, tetapi biaya kepemilikan (holding cost) menjadi titik sakit terbesar.
Saya hitung: dari posisi yang saya miliki ditambah penambahan posisi berikutnya, pengikisan akibat funding rate ternyata sudah mencapai hampir 30% dari total modal yang dikeluarkan. Dilihat memang sangat “menyesakkan”. Bagi trader yang melakukan short pada komoditas tradisional berjangka atau kontrak perpetual, musuh paling terselubung untuk holding jangka panjang biasanya bukan volatilitas, melainkan funding rate yang terus dipotong.
Untuk mengatasi pengikisan funding rate dan biaya transaksi, meskipun saat ini di pasar belum ada “obat mujarab” yang benar-benar bisa menghilangkannya, ada beberapa ide dan alat yang dapat membantu menurunkan biaya kepemilikan:
1. Imbal hasil dari margin untuk menutup biaya:
Pilih platform yang mendukung pengelolaan dana jaminan (margin) atau memberi imbal hasil/bunga (misalnya sebagian broker baru atau platform agregator seperti BiyaPay). Gunakan margin yang menganggur atau dana yang diparkir dari order untuk memperoleh kira-kira bunga tahunan sekitar 5%. Meski tidak bisa sepenuhnya menutup funding rate yang tinggi, setidaknya imbal hasil tersebut bisa menjadi subsidi sebagian, sehingga secara tidak langsung menurunkan biaya holding.
2. Manajemen fee yang lebih presisi (memanfaatkan kebijakan nol komisi):
Saat membangun posisi (entry) dan melakukan penyesuaian (rebalancing/roll), usahakan memakai limit order (Maker) agar bisa mengisi (take profit/成交) dengan harga yang ditetapkan. Saat ini beberapa platform (misalnya kontrak/spot Maker 0% fee pada BiyaPay, serta sebagian kebijakan nol fee pada pasangan trading Maker/Taker di platform TradFi) dapat secara signifikan mengurangi biaya gesekan transaksi yang timbul dari seringnya penyesuaian posisi.
3. Perhatikan dukungan pengalaman pengguna baru:
Banyak platform akhir-akhir ini memberi fasilitas untuk pengguna baru, seperti posisi uji (demo) atau subsidi bonus (misalnya bonus saat deposit mencapai target tertentu). Manfaat tambahan seperti ini, pada tahap awal untuk menguji strategi atau membangun posisi awal, juga bisa menjadi cara untuk menambah “kolam” dana dan meningkatkan bantalan keamanan.
Hari ini saya berbincang dengan seorang teman mengenai tren pasar minyak. Umumnya, semua orang masih berpendapat bahwa logika untuk melakukan short pada arah besar tetap berlaku. Siklus kenaikan suku bunga dari The Fed kemungkinan sudah mendekati puncaknya, dan proses penyerapan terhadap suku bunga tinggi secara bertahap membuat harga minyak kembali lebih rasional. Ke depannya, fokus utama terutama pada situasi di Timur Tengah dan tingkat keterbukaan pelayaran di Selat Hormuz. Jika risiko geopolitik mereda dan arus pengiriman kembali pulih secara bertahap, maka penurunan harga minyak mendekati $75 masih memiliki dukungan fundamental.
Arah sudah benar, tetapi biaya kepemilikan (holding cost) menjadi titik sakit terbesar.
Saya hitung: dari posisi yang saya miliki ditambah penambahan posisi berikutnya, pengikisan akibat funding rate ternyata sudah mencapai hampir 30% dari total modal yang dikeluarkan. Dilihat memang sangat “menyesakkan”. Bagi trader yang melakukan short pada komoditas tradisional berjangka atau kontrak perpetual, musuh paling terselubung untuk holding jangka panjang biasanya bukan volatilitas, melainkan funding rate yang terus dipotong.
Untuk mengatasi pengikisan funding rate dan biaya transaksi, meskipun saat ini di pasar belum ada “obat mujarab” yang benar-benar bisa menghilangkannya, ada beberapa ide dan alat yang dapat membantu menurunkan biaya kepemilikan:
1. Imbal hasil dari margin untuk menutup biaya:
Pilih platform yang mendukung pengelolaan dana jaminan (margin) atau memberi imbal hasil/bunga (misalnya sebagian broker baru atau platform agregator seperti BiyaPay). Gunakan margin yang menganggur atau dana yang diparkir dari order untuk memperoleh kira-kira bunga tahunan sekitar 5%. Meski tidak bisa sepenuhnya menutup funding rate yang tinggi, setidaknya imbal hasil tersebut bisa menjadi subsidi sebagian, sehingga secara tidak langsung menurunkan biaya holding.
2. Manajemen fee yang lebih presisi (memanfaatkan kebijakan nol komisi):
Saat membangun posisi (entry) dan melakukan penyesuaian (rebalancing/roll), usahakan memakai limit order (Maker) agar bisa mengisi (take profit/成交) dengan harga yang ditetapkan. Saat ini beberapa platform (misalnya kontrak/spot Maker 0% fee pada BiyaPay, serta sebagian kebijakan nol fee pada pasangan trading Maker/Taker di platform TradFi) dapat secara signifikan mengurangi biaya gesekan transaksi yang timbul dari seringnya penyesuaian posisi.
3. Perhatikan dukungan pengalaman pengguna baru:
Banyak platform akhir-akhir ini memberi fasilitas untuk pengguna baru, seperti posisi uji (demo) atau subsidi bonus (misalnya bonus saat deposit mencapai target tertentu). Manfaat tambahan seperti ini, pada tahap awal untuk menguji strategi atau membangun posisi awal, juga bisa menjadi cara untuk menambah “kolam” dana dan meningkatkan bantalan keamanan.
