Dunia kripto sudah sembilan tahun, empat jebakan telah merenggut nyawa tanpa terhitung banyak orang
Sudah sembilan tahun saya mengamati, terlalu banyak orang masuk dengan penuh semangat, lalu keluar dengan darah berceceran.
Cara rugi bermacam-macam, tapi pada dasarnya ada empat jenis:
1. Gatal tangan, tidak bisa berhenti
Menganggap ini seperti kasino—kalau tidak punya posisi, rasanya tidak enak, lalu transaksi sehari bisa belasan. Setelah memperhitungkan biaya transaksi dan slippage, modal diam-diam terkikis sampai hilang 30%. Semakin panik, semakin rugi.
2. All-in dengan posisi besar dan leverage tinggi
80% modal masuk posisi, leverage 20x. Saat menang memang terlihat gagah, tapi kalau kalah—rekening bisa nol. Leverage yang diperbesar bukanlah keuntunganmu, melainkan kecepatan kamu untuk mati.
3. Untung kecil, rugi besar
Untung 5% langsung kabur cepat, tapi kalau rugi 30% memilih bertahan dan tambah modal (averaging). Take profit terlalu cepat, cut loss terlalu lambat—itulah mental paling mematikan. Pasar tidak takut kamu pergi terlalu cepat, pasar takut kamu tidak bisa keluar.
4. Tidak pernah pasang stop loss
Berdasarkan feeling saja, merasa arah pergerakan akan menurut. Sekali saja black swan datang, harga bisa “membelah dua” langsung. Tidak memasang stop loss sama saja dengan tidak memakai sabuk pengaman—tidak apa-apa selama tenang, tapi begitu kejadian besar, selesai.
Orang-orang yang masih hidup, menjadikan stop loss sebagai hukum besi. Meski terseret keluar dari kendaraan, itu masih lebih baik daripada meledak (margin call) sampai likuidasi.
Sedikit bergerak, posisi ringan, wajib stop loss, hormati pasar. Selama modal masih ada, barulah layak membicarakan cara menghasilkan uang.
Follow Tuan Chen, tidak membuat janji kosong, hanya mengatakan kebenaran yang bisa membuatmu tetap hidup. Kalau kamu ingin belajar hal-hal yang benar, ayo berjalan bersama ke depan
Sudah sembilan tahun saya mengamati, terlalu banyak orang masuk dengan penuh semangat, lalu keluar dengan darah berceceran.
Cara rugi bermacam-macam, tapi pada dasarnya ada empat jenis:
1. Gatal tangan, tidak bisa berhenti
Menganggap ini seperti kasino—kalau tidak punya posisi, rasanya tidak enak, lalu transaksi sehari bisa belasan. Setelah memperhitungkan biaya transaksi dan slippage, modal diam-diam terkikis sampai hilang 30%. Semakin panik, semakin rugi.
2. All-in dengan posisi besar dan leverage tinggi
80% modal masuk posisi, leverage 20x. Saat menang memang terlihat gagah, tapi kalau kalah—rekening bisa nol. Leverage yang diperbesar bukanlah keuntunganmu, melainkan kecepatan kamu untuk mati.
3. Untung kecil, rugi besar
Untung 5% langsung kabur cepat, tapi kalau rugi 30% memilih bertahan dan tambah modal (averaging). Take profit terlalu cepat, cut loss terlalu lambat—itulah mental paling mematikan. Pasar tidak takut kamu pergi terlalu cepat, pasar takut kamu tidak bisa keluar.
4. Tidak pernah pasang stop loss
Berdasarkan feeling saja, merasa arah pergerakan akan menurut. Sekali saja black swan datang, harga bisa “membelah dua” langsung. Tidak memasang stop loss sama saja dengan tidak memakai sabuk pengaman—tidak apa-apa selama tenang, tapi begitu kejadian besar, selesai.
Orang-orang yang masih hidup, menjadikan stop loss sebagai hukum besi. Meski terseret keluar dari kendaraan, itu masih lebih baik daripada meledak (margin call) sampai likuidasi.
Sedikit bergerak, posisi ringan, wajib stop loss, hormati pasar. Selama modal masih ada, barulah layak membicarakan cara menghasilkan uang.
Follow Tuan Chen, tidak membuat janji kosong, hanya mengatakan kebenaran yang bisa membuatmu tetap hidup. Kalau kamu ingin belajar hal-hal yang benar, ayo berjalan bersama ke depan
