$ETH Dalam 3 bulan terakhir, saya adalah seorang blogger yang sangat akurat dalam melakukan rekap/analisis kembali pergerakan BTC dan ETH di alun-alun ini. Sangat awal saya sudah memberi tahu semua orang mengenai satu logika trading untuk BTC dan ETH: paruh pertama tahun ini pantulannya untuk posisi buy/sell? (koreksi ke bawah) — sedangkan paruh kedua harus mulai melakukan koreksi untuk masuk posisi long (buy). Tidak peduli itu trading kontrak maupun spot, targetnya adalah mendapatkan bull market. Bahkan ketika sedang masa kenaikan suku bunga, saya tetap tegas mengatakan bahwa “hal buruk sudah keluar (bad news sudah berakhir) maka itu justru menjadi kabar baik”. Satu-satunya cara berpikir trading mereka adalah “masuk long saat terjadi koreksi”. Teman-teman lama pasti sudah paham, dan semua catatannya juga ada. Hari ini ada teman yang bertanya tentang logika di balik kenaikan kali ini, jadi saya jelaskan detail.
Kali ini, penguatan BTC dan ETH menurut saya bukan karena satu kabar baik tunggal, melainkan empat hal yang saling bertumpuk: “kabar buruk sudah terjadi/terwujud + tekanan makro mereda + dana ETF kembali mengalir + posisi short dipaksa untuk melakukan buyback”.
BTC kini sudah kembali menembus area sekitar 85.000 dolar AS, dan ETH juga kembali ke kisaran sekitar 2.750 dolar AS.
Pertama, kenaikan suku bunga sebagai kabar buruk terbesar sudah ‘mendarat’. Pasar sebenarnya sudah mengetahuinya sejak lama. Pada 16 September, The Fed menaikkan suku bunga 25bp menjadi 3,75%–4,00%. Namun sebelum kenaikan terjadi, probabilitas kenaikan 25bp oleh pasar sudah lebih dari 90%, jadi setelah benar-benar terjadi, tidak muncul ‘info besar baru’ yang mengejutkan. Saat itu BTC sempat berosilasi di sekitar 75.000 dolar, lalu justru dengan cepat berhasil memulihkan ke atas 80.000 dolar. Dengan kata lain: pasar bukan tiba-tiba tiba-tiba jadi menyukai kenaikan suku bunga, melainkan hal yang paling ditakuti sudah terjadi, tetapi ternyata tidak lebih buruk dari ekspektasi.
Kedua, harga minyak turun, sehingga tekanan imbal hasil (yield) obligasi AS mereda. Poin ini sangat penting. Setelah harga minyak terus menurun, kekhawatiran pasar terhadap inflasi yang kembali lepas kendali dan kenaikan suku bunga beruntun juga ikut turun. Imbal hasil obligasi AS pun ikut mereda. Untuk aset berisiko berdurasi panjang seperti BTC dan ETH, ini jelas merupakan sinyal perbaikan likuiditas.
Selain itu, saya pernah mengatakan logika yang sangat penting: kenaikan suku bunga tidak mudah memicu aksi jual besar (dump), biasanya hanya membuat ‘jarum’ (spike penurunan sesaat). Justru kabar baik biasanya muncul saat pemangkasan suku bunga (rate cut). Pasar cenderung melakukan dump saat likuiditas sedang bagus dan emosi FOMO sedang tinggi.
Kali ini, penguatan BTC dan ETH menurut saya bukan karena satu kabar baik tunggal, melainkan empat hal yang saling bertumpuk: “kabar buruk sudah terjadi/terwujud + tekanan makro mereda + dana ETF kembali mengalir + posisi short dipaksa untuk melakukan buyback”.
BTC kini sudah kembali menembus area sekitar 85.000 dolar AS, dan ETH juga kembali ke kisaran sekitar 2.750 dolar AS.
Pertama, kenaikan suku bunga sebagai kabar buruk terbesar sudah ‘mendarat’. Pasar sebenarnya sudah mengetahuinya sejak lama. Pada 16 September, The Fed menaikkan suku bunga 25bp menjadi 3,75%–4,00%. Namun sebelum kenaikan terjadi, probabilitas kenaikan 25bp oleh pasar sudah lebih dari 90%, jadi setelah benar-benar terjadi, tidak muncul ‘info besar baru’ yang mengejutkan. Saat itu BTC sempat berosilasi di sekitar 75.000 dolar, lalu justru dengan cepat berhasil memulihkan ke atas 80.000 dolar. Dengan kata lain: pasar bukan tiba-tiba tiba-tiba jadi menyukai kenaikan suku bunga, melainkan hal yang paling ditakuti sudah terjadi, tetapi ternyata tidak lebih buruk dari ekspektasi.
Kedua, harga minyak turun, sehingga tekanan imbal hasil (yield) obligasi AS mereda. Poin ini sangat penting. Setelah harga minyak terus menurun, kekhawatiran pasar terhadap inflasi yang kembali lepas kendali dan kenaikan suku bunga beruntun juga ikut turun. Imbal hasil obligasi AS pun ikut mereda. Untuk aset berisiko berdurasi panjang seperti BTC dan ETH, ini jelas merupakan sinyal perbaikan likuiditas.
Selain itu, saya pernah mengatakan logika yang sangat penting: kenaikan suku bunga tidak mudah memicu aksi jual besar (dump), biasanya hanya membuat ‘jarum’ (spike penurunan sesaat). Justru kabar baik biasanya muncul saat pemangkasan suku bunga (rate cut). Pasar cenderung melakukan dump saat likuiditas sedang bagus dan emosi FOMO sedang tinggi.
