Kyle Davies, pendiri Three Arrows Capital (3AC), diberi waktu dua minggu untuk menanggapi tuntutan pengadilan terkait pembukuan dan catatan dana pailit tersebut. Putusan ini dikeluarkan oleh pengadilan kepailitan AS setelah Davies dan rekan pendirinya, Su Zhu, dituduh menolak berpartisipasi dalam proses kepailitan.
Menurut putusan pengadilan, tuntutan kepatuhan pengadilan tersebut "sesuai dengan persyaratan dan prosedur hukum." Selain itu, Davies dan Zhu telah diperintahkan untuk hadir di pengadilan di Kepulauan Virgin Britania Raya pada tanggal 22 Mei. Kegagalan untuk mematuhi tuntutan pengadilan dapat mengakibatkan dakwaan penghinaan terhadap pengadilan.
3AC bangkrut pada bulan Juni dengan utang sebesar $3 miliar, dan runtuhnya 3AC berkontribusi terhadap kegagalan serupa dari perusahaan mata uang kripto lainnya seperti Voyager Digital, Celsius Network, dan Genesis Asia Pacific.
Perlu dicatat bahwa Genesis Asia Pasifik adalah bagian dari perusahaan global Genesis. Seiring berlanjutnya proses pengadilan, banyak yang bertanya-tanya tentang nasib 3AC dan masa depan perusahaan mata uang kripto. Situasi saat ini menjadi pengingat akan pentingnya kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, terutama di ranah mata uang kripto yang terus berubah dan belum terpetakan.
Kasus ini juga menyoroti perlunya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana investasi. Investor memercayai manajer investasi untuk mengelola aset mereka dengan integritas, dan kegagalan dalam melakukannya dapat mengakibatkan konsekuensi serius bagi manajer dan investor.
Seiring berlanjutnya proses hukum, masih harus dilihat bagaimana pengadilan akan memutuskan dan apa dampaknya terhadap industri mata uang kripto. Namun demikian, hal ini menjadi pengingat penting akan pentingnya mengikuti prosedur hukum yang tepat dan menjaga transparansi dalam semua transaksi keuangan.
#3AC #crypto2023 #BTC #dyor #azcoinnews
Artikel ini diterbitkan ulang dari azcoinnews.com


