Berikut cara Anda dapat merencanakan setup trading, atau bisa juga disebut strategi trading yang berbeda.
Rencana 1: Lonjakan tajam ke atas dan Reversal/Pullback
Seperti apa tampilannya? Reli tajam yang diikuti lonjakan mendadak, lalu penurunan yang curam.
Bagaimana kejadiannya?
• FOMO buying mendorong harga naik dengan cepat.
• Smart money menjual ketika kekuatannya tinggi.
• Harga dengan cepat berbalik arah dan menembus support.
Cara trading?
• Hindari membeli lonjakan tersebut.
• Tunggu hingga harga kembali ke level demand/support sebelumnya.
Rencana 2: Konsolidasi lalu Breakout
Seperti apa tampilannya?
Pergerakan naik yang kuat, lalu sideways atau konsolidasi, diikuti breakout.
Mengapa itu terjadi?
• Pasar sedang mendingin dan mengakumulasi.
• Pembeli dan penjual melakukan shakeout dalam range tersebut.
• Breakout menandakan momentum beli yang baru.
Cara trading?
• Perhatikan breakout dari zona konsolidasi.
• Beli saat breakout atau saat terjadi retest.
Setup ideal ini cocok untuk trading kelanjutan tren.
Rencana 3: Breakout dan Retest
Seperti apa tampilannya?
Harga menembus di atas resistance, lalu pullback, dan melakukan retest pada level breakout.
Bagaimana kejadiannya?
• Breakout awal terjadi.
• Trader mengambil profit, menyebabkan pullback.
• Pembeli mempertahankan level breakout (support baru).
Cara trading?
• Beli retest yang berhasil (ketika harga bertahan di atas resistance sebelumnya).
• Lebih aman dibanding membeli breakout itu sendiri.
• Sering kali mengarah pada kelanjutan yang kuat.
Semoga sukses & Terus Belajar
Rencana 1: Lonjakan tajam ke atas dan Reversal/Pullback
Seperti apa tampilannya? Reli tajam yang diikuti lonjakan mendadak, lalu penurunan yang curam.
Bagaimana kejadiannya?
• FOMO buying mendorong harga naik dengan cepat.
• Smart money menjual ketika kekuatannya tinggi.
• Harga dengan cepat berbalik arah dan menembus support.
Cara trading?
• Hindari membeli lonjakan tersebut.
• Tunggu hingga harga kembali ke level demand/support sebelumnya.
Rencana 2: Konsolidasi lalu Breakout
Seperti apa tampilannya?
Pergerakan naik yang kuat, lalu sideways atau konsolidasi, diikuti breakout.
Mengapa itu terjadi?
• Pasar sedang mendingin dan mengakumulasi.
• Pembeli dan penjual melakukan shakeout dalam range tersebut.
• Breakout menandakan momentum beli yang baru.
Cara trading?
• Perhatikan breakout dari zona konsolidasi.
• Beli saat breakout atau saat terjadi retest.
Setup ideal ini cocok untuk trading kelanjutan tren.
Rencana 3: Breakout dan Retest
Seperti apa tampilannya?
Harga menembus di atas resistance, lalu pullback, dan melakukan retest pada level breakout.
Bagaimana kejadiannya?
• Breakout awal terjadi.
• Trader mengambil profit, menyebabkan pullback.
• Pembeli mempertahankan level breakout (support baru).
Cara trading?
• Beli retest yang berhasil (ketika harga bertahan di atas resistance sebelumnya).
• Lebih aman dibanding membeli breakout itu sendiri.
• Sering kali mengarah pada kelanjutan yang kuat.
Semoga sukses & Terus Belajar

