Berkelut di dunia koin selama 8 tahun, dari 10.000 U yang stabil hingga 100.000 U! Ia mengakui: di seluruh perjalanan comeback ini, yang paling sulit dan paling mematikan bukanlah tidak bisa menghasilkan uang, melainkan saat uang yang sudah didapat justru nyaris dimuntahkan kembali ke pasar! Tak terhitung orang yang gagal saat berbalik arah—semuanya terjatuh di babak ini!
Di awal kariernya, ia sama persis seperti kebanyakan trader ritel yang mendadak kaya: terjebak dalam jebakan kognitif yang mematikan! Ketika akun baru saja untung sedikit, dia langsung merasa paling hebat, mengira sudah benar-benar menguasai pola pasar dan kode untuk membaca pergerakan harga.
Dari 10.000 menjadi 20.000, nyalinya langsung membesar; dia membesarkan posisi tanpa berpikir. Dari 20.000 menjadi 40.000, mentalnya melayang; semua skenario berisiko tinggi yang dulu tak berani disentuh, kini berani dia jadikan taruhan dengan posisi besar. Setelah beberapa transaksi beruntun menang, dia makin megalomaniak: merasa drawdown kecil tidak masalah, lalu batas kontrol risiko benar-benar ambruk!
Yang benar-benar membuatnya bangkit, terlahir kembali, dan akhirnya jernih, adalah satu kali penarikan (drawdown) ekstrem sebesar 60.000 U! Kali ini bukan karena salah membaca tren atau salah menilai arah, melainkan karena kehilangan kendali emosi setelah berkali-kali untung, ditambah posisi yang kebablasan!
Dulu, rugi 500 U langsung stop loss dan keluar, disiplin; setelah mulai kebawa untung, ketika rugi 3.000 U masih ngotot menahan keras kepala, berharap saja—ada rasa keberuntungan. Dulu tanpa sinyal tak pernah masuk, lebih baik ekstrem di luar pasar; belakangan, begitu ada sedikit fluktuasi di chart, dia impulsif langsung masuk, dan frekuensi transaksi jadi sering sekali.
Kalimat renungannya sampai sekarang masih membekas: saat belum menghasilkan uang, penuh rasa hormat dan sangat takut rugi; setelah sudah dapat uang, justru menjadi semakin besar kepala, malah jadi sembrono dan tidak takut rugi—itulah lubang maut tertinggi bagi semua trader!
Setelah menerima “pembaptisan” rugi besar ini, ia berubah total: menyusun ulang sistem trading level terbaik, lalu menetapkan tiga aturan besi seumur hidup!
1) Setelah untung, tidak pernah menambah posisi secara membabi buta untuk memperbesar taruhan. Saat target profit fase sudah tercapai, langsung kunci dan ambil sebagian profit untuk direalisasikan.
2) Untuk setiap transaksi, hitung terlebih dulu ambang kerugian maksimum, kendalikan risiko dengan ketat, dan jangan jadi “penahan pasif” saat posisi salah.
3) Kalau berturut-turut salah, segera berhenti dan istirahat; benar-benar menghapus kebiasaan mental penjudi yang ingin balas modal. Jangan melawan pasar, apalagi untuk “menebus kerugian”.
Kini, setelah meninjau ulang perjalanan trading selama 8 tahun, ia benar-benar paham: yang membuatnya bisa menggulung dari 10.000 U hingga 100.000 U dengan mantap, tidak pernah soal seberapa sering ia menang pada momen lonjakan besar, melainkan karena setelah menghasilkan uang, ia tidak lagi menganggap dirinya jagoan!
Musuh terbesar di dunia koin, tidak pernah pasar itu sendiri, melainkan kesombongan dan kerakusan setelah profit! Jika bisa menjaga keuntungan, menahan diri, dan tetap hormat pada risiko, barulah bisa mendapatkan compounding yang panjang dan melakukan comeback yang stabil!