🚨 Apakah Bank Afrika pertama kali turun tangan langsung membangun brankas kripto?
Absa Afrika Selatan menggunakan teknologi Ripple untuk meluncurkan kustodi lembaga; mulai 21 September resmi buka pintu menerima aset digital
Grup: 点击进入玖玖的粉丝群
Pada 21 September, perusahaan Absa di Afrika Selatan dan investment bank (Absa CIB) meluncurkan Absa Digital Asset Custody, sebuah platform tingkat institusi yang dibangun di atas teknologi kustodi milik Ripple. Resmi menyebutnya “terobosan pertama aset digital di Afrika”.
Ini bukan kejadian tiba-tiba. Petunjuknya bisa ditelusuri hingga Oktober 2025: Ripple dan Absa menandatangani kerja sama kustodi—saat itu masih berupa kerangka, hari ini sudah menjadi produk yang bisa disebut namanya.
Absa tidak mengerjakan bursa, melainkan membuat brankas. Platform ini menyediakan manajemen kunci privat, kontrol hak akses untuk transaksi dan persetujuan, serta tata kelola dan modul pematuhan setara bank. Ripple menyediakan perangkat lunak kustodi di lapisan dasar dan kemampuan penyiaran di rantai; Absa kemudian membungkusnya dengan “kulit” bank.
Kenapa hal ini perlu dilihat secara khusus?
Karena kustodi kripto selama ini adalah bisnis bursa dan lembaga asli (native). Bank ingin ikut, tapi tersendat oleh kepatuhan dan rasa percaya. Kini salah satu bank papan atas dari Afrika langsung mendorong kustodi ke pelanggan korporat, yang pada dasarnya mengakui bahwa aset digital dapat masuk ke dalam ruang yang bisa diterima oleh neraca aset-liabilitas tradisional.
📊 Di minggu yang sama, Deutsche Bank juga mengumumkan rencana kustodi Bitcoin, Ethereum, dan sebagian stablecoin untuk institusi. Arah bank-bank besar ini sangat konsisten: mulai dari brankas, baru bicara layar trading.
Kustodi ini juga bukan kali pertama “keluar negeri”. BBVA Spanyol memakainya untuk mengkustodi Bitcoin dan Ethereum bagi pelanggan ritel; Afrika menjadi wilayah ketiga yang berhasil menerapkan.
💡 Yang benar-benar patut diperhatikan bukan cuma bank lain meluncurkan layanan kustodi, melainkan kenyataan bahwa bank mulai mengambil teknologi on-chain milik pihak lain untuk membangun brankas mereka sendiri—infrastruktur kripto sedang dibeli oleh keuangan tradisional seperti utilitas air, listrik, dan gas.
⚠️ Tapi jangan keburu heboh. Ini hanya kustodi, bukan sinyal beli, dan juga tidak berarti dana setempat akan langsung membanjiri pasar. Apakah platform ini bisa menembus Afrika Selatan ke negara lain, dan apakah akan ditambah dengan tokenisasi serta stablecoin, justru yang perlu dicermati ke depannya.
👀 Ada yang bilang ini adalah awal bank yang merangkul kripto, sementara yang lain mengatakan kustodi hanyalah uji coba paling konservatif. Kamu ada di kubu yang mana? Bahas di kolom komentar 👇
Klik foto profil untuk menonton live + gabung grup obrolan Jiujiu untuk mendapatkan strategi harian 🚀
#Ripple #xrp #Bitcoin
Absa Afrika Selatan menggunakan teknologi Ripple untuk meluncurkan kustodi lembaga; mulai 21 September resmi buka pintu menerima aset digital
Grup: 点击进入玖玖的粉丝群
Pada 21 September, perusahaan Absa di Afrika Selatan dan investment bank (Absa CIB) meluncurkan Absa Digital Asset Custody, sebuah platform tingkat institusi yang dibangun di atas teknologi kustodi milik Ripple. Resmi menyebutnya “terobosan pertama aset digital di Afrika”.
Ini bukan kejadian tiba-tiba. Petunjuknya bisa ditelusuri hingga Oktober 2025: Ripple dan Absa menandatangani kerja sama kustodi—saat itu masih berupa kerangka, hari ini sudah menjadi produk yang bisa disebut namanya.
Absa tidak mengerjakan bursa, melainkan membuat brankas. Platform ini menyediakan manajemen kunci privat, kontrol hak akses untuk transaksi dan persetujuan, serta tata kelola dan modul pematuhan setara bank. Ripple menyediakan perangkat lunak kustodi di lapisan dasar dan kemampuan penyiaran di rantai; Absa kemudian membungkusnya dengan “kulit” bank.
Kenapa hal ini perlu dilihat secara khusus?
Karena kustodi kripto selama ini adalah bisnis bursa dan lembaga asli (native). Bank ingin ikut, tapi tersendat oleh kepatuhan dan rasa percaya. Kini salah satu bank papan atas dari Afrika langsung mendorong kustodi ke pelanggan korporat, yang pada dasarnya mengakui bahwa aset digital dapat masuk ke dalam ruang yang bisa diterima oleh neraca aset-liabilitas tradisional.
📊 Di minggu yang sama, Deutsche Bank juga mengumumkan rencana kustodi Bitcoin, Ethereum, dan sebagian stablecoin untuk institusi. Arah bank-bank besar ini sangat konsisten: mulai dari brankas, baru bicara layar trading.
Kustodi ini juga bukan kali pertama “keluar negeri”. BBVA Spanyol memakainya untuk mengkustodi Bitcoin dan Ethereum bagi pelanggan ritel; Afrika menjadi wilayah ketiga yang berhasil menerapkan.
💡 Yang benar-benar patut diperhatikan bukan cuma bank lain meluncurkan layanan kustodi, melainkan kenyataan bahwa bank mulai mengambil teknologi on-chain milik pihak lain untuk membangun brankas mereka sendiri—infrastruktur kripto sedang dibeli oleh keuangan tradisional seperti utilitas air, listrik, dan gas.
⚠️ Tapi jangan keburu heboh. Ini hanya kustodi, bukan sinyal beli, dan juga tidak berarti dana setempat akan langsung membanjiri pasar. Apakah platform ini bisa menembus Afrika Selatan ke negara lain, dan apakah akan ditambah dengan tokenisasi serta stablecoin, justru yang perlu dicermati ke depannya.
👀 Ada yang bilang ini adalah awal bank yang merangkul kripto, sementara yang lain mengatakan kustodi hanyalah uji coba paling konservatif. Kamu ada di kubu yang mana? Bahas di kolom komentar 👇
Klik foto profil untuk menonton live + gabung grup obrolan Jiujiu untuk mendapatkan strategi harian 🚀
#Ripple #xrp #Bitcoin
