Kenaikan suku bunga hingga tertinggi 31 tahun, yen justru jatuh ke posisi yang perlu “diselamatkan”

Pada Jumat pekan lalu, Bank Sentral Jepang menaikkan suku bunga kebijakan menjadi 1,25%, level tertinggi dalam 31 tahun. Menurut naskah lama, yen seharusnya bisa menarik napas.

Namun kenyataannya, beberapa hari ini yen terus terpuruk di atas 157—bukan hanya tak menguat, kekhawatiran soal intervensi juga kembali muncul.

Saya rasa di sini ada ketidaksesuaian yang cukup kunci: pasar sebenarnya sudah mengantisipasi kenaikan suku bunga ini ke dalam harga. Yang benar-benar menekan yen adalah tembok tebal selisih suku bunga antara AS dan Jepang. Selama transaksi carry trade masih menguntungkan, yen akan kekurangan mesin yang bisa membuat dirinya pulih.

Bagi pelaku aset berisiko, ini bukan sekadar urusan valas—ketika yen dipaksa hingga bank sentral harus turun tangan, “penarikan mendadak likuiditas” yang memicu kepanikan sering kali akan merembet ke seluruh pasar.

Pertanyaannya untuk kamu: untuk kali ini, yen mengalami “kenaikan suku bunga tapi tidak menguat”—menurutmu ini hanya sifatnya sementara yang tumpul, atau carry trade memang sudah mendekati saatnya berakhir?🤔
👉 关注我,点击进入聊天室,学习更多策略
#日本央行加息至31年高位