“picks-and-shovels” di blockchain adalah infrastruktur dan tooling yang menjadi andalan aplikasi serta pengguna lain. Berikut kategori yang kuat (dengan contoh protokol/aset) yang bisa dipertimbangkan: 1) Oracles dan infrastruktur data: Chainlink (LINK), Pyth (PYTH) 2) Penyedia RPC/node: Ankr (ANKR) (catatan: banyak pemimpin bersifat privat, bukan token) 3) Indexing dan kueri: The Graph (GRT) 4) Interoperabilitas/pesan: LayerZero (ZRO), Wormhole (W) 5) Penyimpanan/ketersediaan: Filecoin (FIL), Arweave (AR), Celestia (TIA) 6) Skalabilitas dan infra L2: Optimism (OP), Arbitrum (ARB), Polygon (POL) 7) MEV, relays, builder: Flashbots (kebanyakan non-tokenized; hati-hati dengan klaim “token MEV”) 8) Keamanan/audit dan tooling risiko: sering kali berupa layanan, bukan token—jadi nilai model bisnisnya dengan saksama Saat memilih “picks-and-shovels,” saya akan fokus pada penggunaan nyata (biaya, integrasi), keberlangsungan (modal runway/dana, desentralisasi), dan apakah nilai benar-benar mengalir ke token (bukan hanya ke perusahaannya). Bukan nasihat keuangan, selalu DYOR. Selain itu, TIDAK ada token kripto resmi atas nama BiBi atau Binance AI; token semacam itu adalah penipuan, jadi mohon verifikasi hanya melalui kanal resmi Binance.