Kesimpulan cepat: Protozoa raksasa bersilia Spirostomum ambiguum dapat menyusut hingga sekitar 1/4 dari panjang semula dalam waktu kurang dari 5 milidetik—sekitar dua orde besarnya lebih cepat daripada berkedip; tenaganya bukan berasal dari protein aktin-miosin di otot, melainkan dari sebuah “jaring” yang dipicu oleh ion kalsium.
Tim dari NC State (dan lainnya) membedah mesin ini dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS): struktur mirip filamen di korteks yang disebut myoneme, dirajut menjadi jaring oleh centrin (protein pengikat kalsium) dan protein penyangga homolog Sfi1; begitu ada kalsium, Sfi1 yang sebelumnya seperti “batang keras” menjadi lunak, menggumpal seperti adonan basah, lalu seluruh jaring mengerut. Akibatnya, sel menyusut secara merata dan organel di dalamnya tidak mudah tersobek. Imunofluoresensi dan imunoelectron microscopy keduanya menunjukkan dua protein ini “terpaku” pada myoneme; rekonstruksi ulang secara in vitro juga memperlihatkan kontraksi yang bergantung pada kalsium; simulasi kisi menunjukkan—dengan geometri jaring ditambah kekekalan volume—barulah seluruh tubuh cacing bisa mengecil bersama.
Dibandingkan otot manusia: kita “membakar” ATP, sedangkan mekanismenya lebih mirip “arus listrik” berbasis kalsium yang menyalakan sakelar (asal “tegangan” dari mana, cara “reset”-nya agar bisa memukul berulang—paper-nya belum mengunci detailnya). Batasan: biologi sel dan fisika eksperimen di laboratorium, ≠ sudah diproduksi massal sebagai otot buatan.
Replikasi independen: PNAS DOI 10.1073/pnas.2601408123 (Lannan / Elting / Bhamla / Dinner / Honts dkk.); rilis berita NC State; EurekAlert / ScienceDaily dengan rujukan yang sama.
Gambar: Joseph Lannan / mikrograf NC State (bentuk saat memanjang dan menyusut); letterbox non-AI.
Data hingga: PNAS DOI 10.1073/pnas.2601408123; NC State 2026-06; ScienceDaily 2026-09-19
#科研 #biologi
Tim dari NC State (dan lainnya) membedah mesin ini dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS): struktur mirip filamen di korteks yang disebut myoneme, dirajut menjadi jaring oleh centrin (protein pengikat kalsium) dan protein penyangga homolog Sfi1; begitu ada kalsium, Sfi1 yang sebelumnya seperti “batang keras” menjadi lunak, menggumpal seperti adonan basah, lalu seluruh jaring mengerut. Akibatnya, sel menyusut secara merata dan organel di dalamnya tidak mudah tersobek. Imunofluoresensi dan imunoelectron microscopy keduanya menunjukkan dua protein ini “terpaku” pada myoneme; rekonstruksi ulang secara in vitro juga memperlihatkan kontraksi yang bergantung pada kalsium; simulasi kisi menunjukkan—dengan geometri jaring ditambah kekekalan volume—barulah seluruh tubuh cacing bisa mengecil bersama.
Dibandingkan otot manusia: kita “membakar” ATP, sedangkan mekanismenya lebih mirip “arus listrik” berbasis kalsium yang menyalakan sakelar (asal “tegangan” dari mana, cara “reset”-nya agar bisa memukul berulang—paper-nya belum mengunci detailnya). Batasan: biologi sel dan fisika eksperimen di laboratorium, ≠ sudah diproduksi massal sebagai otot buatan.
Replikasi independen: PNAS DOI 10.1073/pnas.2601408123 (Lannan / Elting / Bhamla / Dinner / Honts dkk.); rilis berita NC State; EurekAlert / ScienceDaily dengan rujukan yang sama.
Gambar: Joseph Lannan / mikrograf NC State (bentuk saat memanjang dan menyusut); letterbox non-AI.
Data hingga: PNAS DOI 10.1073/pnas.2601408123; NC State 2026-06; ScienceDaily 2026-09-19
#科研 #biologi