Ngomong-ngomong, ini hal yang biasa: satu lembar unit reksa dana dibagi menjadi tiga lembar.

Grayscale mengajukan berkas untuk Zcash ETF-nya. Saat penutupan perdagangan pada 28 September, untuk setiap satu unit yang dimiliki, pemegangnya akan mendapat tambahan dua unit. Pemecahan (split) itu sendiri tidak mengubah nilai pasar total; karena jumlah unit bertambah, harga per unit otomatis turun. Contoh yang mereka berikan sangat gamblang: dulu ada 10 lembar, masing-masing 300 dolar, totalnya 3.000 dolar. Setelah di-split menjadi 30 lembar, masing-masing 100 dolar—totalnya tetap 3.000 dolar.

Logikanya juga tidak rumit. ETF ini melacak sesuatu yang dalam setahun naik sekitar 2.800 poin persentase; karena harganya terlalu mahal, banyak orang jadi tidak mampu atau enggan untuk ikut masuk. Mereka menggunakan bukti pengetahuan nol (zero-knowledge proof) untuk menutupi alamat dan nominal—ini juga alasan mengapa pada putaran kali ini hal tersebut kembali disorot. Kalau dipotong lebih kecil, ambangnya pun lebih rendah. Pihak penerbit mulai memperhatikan ambang bagi ritel untuk masuk, pada dasarnya adalah sebuah bentuk sikap.

Minggu ini ada satu episode lain. Co-founder Paradigm, Matt Huang, secara terbuka mengatakan bahwa ia membeli beberapa ZEC. Ia menyebutnya sebagai tambahan privasi untuk Bitcoin, dan bahkan mengeluarkan dana untuk mendukung dana pengembangan para pembangunnya. Alasannya: kemampuan serangan siber yang dibawa oleh AI dan kemajuan komputasi kuantum membuat uang jangka panjang menjadi semakin penting. Setelah kabar itu keluar, ZEC naik dua puluh persen dalam sehari, dan pada Jumat pagi sempat menyentuh 1.521 dolar.

Split saham tidak menciptakan nilai, hanya memotong kue yang sama jadi bagian yang lebih kecil. Yang benar-benar menentukan harga adalah, setelah dipotong, berapa banyak pendatang baru yang mau masuk.

Satu tiket mahal dipecah menjadi tiga tiket murah: pembelinya belum tentu lebih banyak, tapi yang menaruh perhatian pasti lebih banyak.

#Zcash #koin privasi