Huruf genetik di Bumi selama ini selalu terdiri dari empat huruf. Kali ini, University of California, San Diego (UCSD) mengungkapkannya secara struktural: polimerase RNA dari bakteri Escherichia coli mampu secara akurat membaca dan mentranskripsikan „alfabet delapan huruf” yang diperluas.

Menurut rilis Nature Communications (DOI 10.1038/s41467-026-76668-0, 2026-09-02) dan siaran pers UCSD Today: selain pasangan basa alami A-U dan G-C, ditambahkan dua pasang basa sintetis ortogonal P:Z dan B:S (disebut kolektif Hachimoji). Eksperimen biokimia menunjukkan polimerase dapat memasukkan nukleotida non-alami yang sesuai ke dalam RNA; untuk mencegah terjadinya salah-inkorporasi akibat G:Z, tim mengubah Z menjadi Z* yang memiliki tingkat ketepatan lebih tinggi (C5 nitro diganti menjadi karboksamida). Kemudian mereka memotret empat gambar struktur menggunakan mikroskop elektron cryo-EM (sekitar 2,42–2,75 Å) untuk melihat bagaimana enzim mengenali dZ:PTP / dP:Z*TP—baik geometri maupun sinyal pengenalan ternyata mirip dengan pasangan basa alami. Ada pula studi terkait dari PNAS yang membahas pasangan basa non-alami hidrofobik yang tidak mengandalkan ikatan hidrogen.

Batasnya ditegaskan: ini adalah bukti transkripsi in vitro dan bukti struktural, bukan bahwa „sel hidup delapan basa” sudah diciptakan. Arah yang dituju adalah biologi sintetis—agar mesin-mesin sel mampu membaca ruang kimia genetik yang lebih luas.

Gambar: Li et al., Nature Communications 2026 Fig.1 / Fig.3 (CC BY 4.0; non-AI)
Data hingga: Nature Communications 2026-09-02; UCSD Today; PNAS 10.1073/pnas.2607774123
#合成生物学 #科研