Mengapa “beli setelah jatuh” tidak selalu menjadi strategi?

Harga turun 30%.

Pemikiran pertama bisa jadi:

“Sudah turun banyak—sekarang harusnya mulai pulih.”

Tapi justru di sinilah jebakannya.

Penurunan harga itu sendiri tidak berarti bahwa saham menjadi murah. Penyebab penurunan bisa saja tidak hilang ke mana-mana:

perusahaan memburuk prospeknya;

laba atau pendapatan ternyata lebih lemah;
hutang meningkat;
prospek industri berubah;
pasar meninjau ulang penilaian terhadap perusahaan.

Misalnya, saham turun dari $100 menjadi $70.

Ini -30%.

Namun jika setelah itu prospek perusahaan terus memburuk, harga bisa turun lebih rendah lagi—misalnya, menjadi $50.

Jadi pertanyaannya:

“Sudah jatuh berapa jauh?”

tidak selalu yang paling penting.

Yang lebih penting:

“Mengapa ia jatuh dan apakah ada yang berubah di dalam perusahaan itu sendiri?”

Penurunan bisa menciptakan peluang, tetapi fakta bahwa harga jatuh bukanlah sinyal untuk membeli.

#Stocks #Investing