Inti cepat: NIST menghabiskan sekitar 10 tahun untuk menguji ulang konstanta gravitasi universal big G dengan neraca torsi yang dikendalikan ulang oleh BIPM, namun hasilnya masih tidak cocok dengan eksperimen asli dari Prancis—selisih sekitar 0,0235%.

Menurut rilis resmi NIST (2026-04-16) dan artikel di jurnal Metrologia (DOI 10.1088/1681-7575/ae570f): tim tersebut mengukur G ≈ 6,67387×10⁻¹¹ m³·kg⁻¹·s⁻², yang lebih rendah dari hasil BIPM 2007 dengan selisih sekitar 235 bagian per sejuta. Untuk mencegah gangguan dari “nilai yang diharapkan” dalam analisis, mereka menyamarkan (blind) data bobot/anak timbangan kunci, serta menyimpan angka koreksi di dalam amplop tertutup; amplop itu baru dibuka pada 2024-07. Dua set massa—tembaga dan safir—memberikan hasil yang hampir sama, sehingga mengesampingkan dugaan bahwa materiallah penyebabnya.

Peninjauan independen: APS Physics (2026-05-01) dan ScienceDaily (2026-09-20) mengutip dengan rujukan yang sejalan—perbedaan kemungkinan besar berasal dari kesalahan sistematis yang belum teridentifikasi, dan juga tidak menutup kemungkinan bahwa pemahaman kita tentang gravitasi masih memiliki celah; pembacaan timbangan berat badan sehari-hari tidak akan terpengaruh karenanya.

Gambar: foto langsung neraca torsi di laboratorium NIST (R. Eskalis) + ilustrasi skema perangkat eksperimen (S. Kelley); bukan AI
Data hingga: Metrologia DOI 10.1088/1681-7575/ae570f; NIST 2026-04-16; APS Physics 2026-05-01; ScienceDaily 2026-09-20
#物理 #riset