Kementerian Pertahanan Rusia mengeluarkan pernyataan pada 20 September, menuduh Ukraina melancarkan serangan skala besar di beberapa wilayah di dalam Rusia pada 19 hingga 20 September dengan menggunakan rudal jelajah dan pesawat nirawak, dengan tujuan mengganggu pemilihan di Duma Negara Rusia. Pihak Rusia mengklaim bahwa dalam 24 jam terakhir mereka telah menembak jatuh 1951 pesawat nirawak jenis serangan dan 8 rudal jelajah, serta secara resmi mengumumkan sebagai respons bahwa pasukan bersenjata Rusia akan lebih meningkatkan dan memperkuat kemampuan serangan presisi tinggi terhadap target-target militer di Kyiv.

Pernyataan ini menandai adanya peningkatan yang nyata dalam eskalasi pertempuran di garis depan antara Rusia dan Ukraina serta intensitas serangan jarak jauh. Perluasan skala target yang diserang oleh kedua belah pihak tidak hanya menghapus perkiraan sebelumnya tentang situasi yang relatif macet dalam periode belakangan, tetapi juga berarti konflik geopolitik sedang memasuki siklus balas dendam putaran baru. Ancaman langsung terhadap wilayah inti Moskow dan Kyiv membuat ekspektasi tipis pasar untuk meredakan konflik sepenuhnya pupus, sementara risiko ekor geopolitik melonjak tajam.

Dari sudut pandang pasar keuangan makro, memburuknya situasi akan secara langsung mendorong meningkatnya sentimen risk-off (menghindari risiko) dan memberi premi kerentanan pada rantai pasokan energi. Kekhawatiran terhadap pasokan komoditas seperti minyak mentah mungkin kembali mencuat, yang kemudian akan menghambat proses global melawan inflasi. Di tengah ketidakpastian yang meningkat, indeks dolar AS dan aset-aset tradisional sebagai tempat berlindung (safe haven) akan memperoleh dukungan kuat dalam jangka pendek, sementara aset berisiko di ekuitas global akan menghadapi tekanan ganda berupa pengetatan likuiditas dan penurunan preferensi risiko.

Bagi pasar kripto, peningkatan konflik geopolitik sama sekali bukan kabar baik langsung. Kondisi likuiditas pasar saat ini memang sudah rapuh; aset berisiko seperti $BTC sangat mudah tertekan dalam situasi pengetatan likuiditas dan aksi jual panik. Jika ketegangan geopolitik terus meluas dan memicu penghindaran risiko secara menyeluruh di pasar makro, sektor kripto kemungkinan akan menghadapi penarikan dana yang lebih dalam dan pembesaran volatilitas. Investor perlu mewaspadai risiko penurunan ke bawah (downside) terhadap penilaian (valuasi) yang kembali terkoreksi.

#Geopolitics #MacroEconomics #CryptoRisk