Kesimpulan sekilas: Helium primordial yang tersisa dari lima menit pertama kelahiran semesta—diukur dengan lebih akurat—fraksi massa Yp≈0,2458±0,0013 (ketidakpastian sekitar 0,5%), sekitar tiga kali lebih baik daripada standar sebelumnya.

Tim dari University of Minnesota, dkk., menggunakan teleskop binokular besar (LBT) untuk mengamati 15 galaksi kerdil “primitif” yang kandungan kimianya hampir tidak berevolusi, total sekitar 130 jam; spektrograf MODS buatan Ohio State University secara bersamaan melakukan pemodelan (fitting) lebih dari selusin garis helium dan garis hidrogen, sehingga kesalahan sistematis yang sebelumnya dianggap bisa diabaikan berhasil dibersihkan. Dari sini, jumlah jenis neutrino pada masa awal juga dapat dibatasi: Nν≈2,925±0,082, dan hasilnya tidak bertentangan dengan tiga keluarga dalam Model Standar. Di antara tiga pilar Big Bang, pengukuran helium akhirnya juga mencapai ketelitian di bawah 1%.

Paper: Seri ApJ LBT Yp Project (DOI 10.3847/1538-4357/ae879b, dll., 2026-09-09); rilis pers UMN CSE 2026-09-09 + SciTechDaily 2026-09-19. Gambar adalah ilustrasi dari rilis pers (representasi medan galaksi deep-space NASA), bukan AI.

#宇宙学 #科研