#BOJRaisesRatesTo31YearHigh
BOJ Menaikkan Suku Bunga ke Tertinggi 31 Tahun
Bank of Japan (BOJ) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 1,25% pada 18 September 2026, sehingga biaya pinjaman Jepang mencapai level tertinggi sejak 1995. Keputusan yang disahkan dengan suara 7–2 ini menandai langkah lain dalam normalisasi kebijakan moneter bank sentral. �
Reuters +1
Gubernur BOJ Kazuo Ueda mengatakan para pembuat kebijakan semakin berfokus pada pencegahan agar inflasi tidak melampaui target 2% bank tersebut. Inflasi headline Jepang pada Agustus berada di sekitar 1,9%, sedangkan inflasi inti turun menjadi 1,7%, namun BOJ tetap khawatir terhadap risiko kenaikan harga, termasuk yang terkait dengan yen yang melemah dan biaya impor yang lebih tinggi. �
Equiti Default +1
Menariknya, yen melemah setelah kenaikan suku bunga, sementara pasar menyoroti kesenjangan suku bunga yang berkelanjutan antara Jepang dan Amerika Serikat serta ketidakpastian terkait kecepatan pengetatan BOJ di masa depan. Ueda menunjukkan bahwa kenaikan lebih lanjut masih mungkin terjadi, bergantung pada data ekonomi dan inflasi. �
Reuters +1
Langkah ini merupakan pergeseran signifikan bagi Jepang setelah puluhan tahun suku bunga yang sangat rendah, dan dapat berdampak pada yen, obligasi pemerintah Jepang, likuiditas global, serta aset berisiko seperti saham dan kripto. �$NVDA.US $AAPL.US
BOJ Menaikkan Suku Bunga ke Tertinggi 31 Tahun
Bank of Japan (BOJ) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 1,25% pada 18 September 2026, sehingga biaya pinjaman Jepang mencapai level tertinggi sejak 1995. Keputusan yang disahkan dengan suara 7–2 ini menandai langkah lain dalam normalisasi kebijakan moneter bank sentral. �
Reuters +1
Gubernur BOJ Kazuo Ueda mengatakan para pembuat kebijakan semakin berfokus pada pencegahan agar inflasi tidak melampaui target 2% bank tersebut. Inflasi headline Jepang pada Agustus berada di sekitar 1,9%, sedangkan inflasi inti turun menjadi 1,7%, namun BOJ tetap khawatir terhadap risiko kenaikan harga, termasuk yang terkait dengan yen yang melemah dan biaya impor yang lebih tinggi. �
Equiti Default +1
Menariknya, yen melemah setelah kenaikan suku bunga, sementara pasar menyoroti kesenjangan suku bunga yang berkelanjutan antara Jepang dan Amerika Serikat serta ketidakpastian terkait kecepatan pengetatan BOJ di masa depan. Ueda menunjukkan bahwa kenaikan lebih lanjut masih mungkin terjadi, bergantung pada data ekonomi dan inflasi. �
Reuters +1
Langkah ini merupakan pergeseran signifikan bagi Jepang setelah puluhan tahun suku bunga yang sangat rendah, dan dapat berdampak pada yen, obligasi pemerintah Jepang, likuiditas global, serta aset berisiko seperti saham dan kripto. �$NVDA.US $AAPL.US