Bitcoin tunjukkan tanda siklus bull baru dengan resistance di atas $60K dan naik terhadap emas.

Bitcoin telah kembali ke level $80.000, menandakan potensi siklus bull baru setelah sekitar setahun konsolidasi di atas $60.000, periode yang sering disebut "Bitcoin winter." Jurrien Timmer dari Fidelity menyoroti dua sinyal utama: resistance Bitcoin yang bertahan di atas $60.000 dan kinerjanya yang membaik dibandingkan emas. Moving average 50-minggu adalah indikator teknikal penting; penutupan mingguan di atasnya akan mengonfirmasi perubahan tren yang lebih tahan lama. Lingkungan makroekonomi, termasuk kenaikan imbal hasil obligasi dan represi keuangan, juga dapat meningkatkan permintaan aset langka seperti Bitcoin dan emas. Namun, pasar masih berhati-hati, dengan trader opsi memberikan probabilitas sedang agar Bitcoin melewati $90.000 dalam waktu dekat. Penutupan berkelanjutan di atas $82.000 dengan minat institusional yang meningkat dapat memperkuat skenario siklus bull.

Berita tentang potensi siklus bull baru Bitcoin disajikan bersama gambaran pasar kripto di Pluang. Bagi pembaca yang mengikuti aset digital, per 20 September 2026 pukul 17.51 WIB, dari 50 kripto utama, 13 naik dan 36 turun. Pergerakan signifikan termasuk LINK di Rp212.480 turun 4,42% dengan waktu tahan rata-rata 63 hari dan aktivitas order jual 61%, VET di Rp145 turun 4,10% dengan waktu tahan 146 hari dan aktivitas order jual/beli seimbang, serta YFI di Rp38.627.397 turun 3,95% dengan waktu tahan 92 hari dan aktivitas order beli kuat 95%.

#BTCBreaks80K $BTC