CEO Qatar Airways Group, Hamad Ali Al-Khater, mengatakan permintaan penumpang tetap tangguh meski terjadi konflik regional dan biaya bahan bakar jet yang meningkat tajam. Para pelancong memesan lebih dekat ke waktu keberangkatan, sementara maskapai mengalihkan kapasitasnya ke rute yang paling menguntungkan, menurut Bloomberg.
Maskapai ini berencana menerima pengiriman 138 pesawat dalam lima tahun ke depan sambil memperluas bisnis kargo dan melanjutkan penggelaran Starlink.
